Pensiunan di Padang Dipukul Pakai Tangkelek, Seorang Guru Jadi Pesakitan


Senin, 16 Maret 2020 - 19:56:50 WIB
Pensiunan di Padang Dipukul Pakai Tangkelek, Seorang Guru Jadi Pesakitan ilustrasi penganiayaan

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Seorang oknum guru SMP di Padang harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1 A Padang, Senin (16/3/2020). Saat ini, guru aktif tersebut harus menjadi tahanan kota lantaran diduga memukul rekan kerjanya sesama guru di salah satu SMP di Padang pada Maret 2019 lalu. 

Dalam dakwaannya, Suci Wulandari selaku Jaksa Penuntut  Umum (JPU) di Kejari Padang mengatakan, dalam sidang beragendakan dakwaan terdakwa berinisial DN disangkakan atas pasal 351 Ayat (1) KUHPidana. "Terdakwa diancam pidana 2 tahun 8 bulan kurungan," kata JPU.

Baca Juga : Aduh, Jelang Lebaran Karyawan Ini Malah Jadi Korban PHK Sepihak

Sidang yang diketuai oleh Hakim Ketua Merry dan Hakim Anggota Nasorianto serta Ade Zulfiana Sari melanjutkan sidang pekan depan. "Baiklah, sidang ditunda sampai Selasa (23/3/2020) dengan agenda pemeriksaan saksi," kata Hakim Ketua.

Sidang yang dijalani oleh oknum guru DN ini bermula dari kejadian pada 4 Maret 2019 lalu. Guru DN ini dilaporkan dengan nomor: LP/116/K/III/2019/ Sektor tanggal 5 Maret 2019 tentang pidana penganiayaan. Kejadian tersebut terjadi pada hari Senin di ruangan Kepala Sekolah salah satu SMP di Kota Padang. 

Baca Juga : Menjelang Lebaran, Pria Ini Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Dimana, korban berinisial EM yang saat itu guru aktif di SMP 13 Padang dikeroyok secara bersama-sama oleh terdakwa DN yang merupakan rekannya sesama mengajar. Aksi tersebut dilakukan saat korban ini tengah mengajar, tepatnya di kelas IX.7. Korban dalam laporannya menyebut dipanggil ke ruangan Kepsek oleh guru PL.  

"Pada saat itu saya mau pergi ke ruang Kepsek. Disana sudah berdiri puluhan guru lainnya. Tiba-tiba DN ini datang dan memukul dagu kiri sayadengan sandal tangkelek. Waktu itu, dia juga dipukuli oleh rekan terdakwa lainnya secara bersama-sama," sebut korban saat ditemui harianhaluan.com, Senin (16/3/2020) sore. 

Ketika keributan meluas, Kepala Sekolah di SMP tersebut mengusir semua guru. Korban pun keluar ruangan dan kembali dikejar oleh terdakwa DN. Korban mengaku dikejar menggunakan batu dan melarikan diri ke ruang perlengkapan sekolah hingga situasi aman. Setelah itu, korban pun melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Koto Tangah. 

"Saya berharap tindakan kekerasan ini bisa diadili seadil-adilnya oleh majelis Hakim. Supaya jangan ada aksi seperti premanisme dan kekerasan di sekolah," tutupnya. (*)

Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]