8 Warga Dharmasraya ODP Virus Corona, Dinkes: Kita Lakukan Pemantauan 14 Hari


Selasa, 17 Maret 2020 - 09:06:51 WIB
8 Warga Dharmasraya ODP Virus Corona, Dinkes: Kita Lakukan Pemantauan 14 Hari Kadiskes Dharmasraya, dr.Rahmadian.

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.COM -- Setelah melakukan rapat koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemkab Dharmasraya bakal melakukan beberapa langkah untuk antisipasi penyebaran Virus Corona (COVID-19). Pasalnya, Dharmasraya merupakan salah pintu gerbang Sumatera Barat.

"Ada beberapa langkah yang segera dilaksanakan dengan cepat, kita berada merupakan salah satu pintu gerbang masuk Sumbar dan di belah jalan lintas Sumatera sepanjang 60 KM," ungkap juru bicara Bupati Dharmasraya, khusus Virus Corona, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, dr. Rahmadian S, Selasa (17/3/2020).

Dijelaskannya, gerak cepat tersebut, selain sosialisasi seperti mengimbau masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat dan bijak dalam menanggapi isu yang beredar di masyarakat, juga pencegahan dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada tempat ibadah, rumah makan, dan SPBU di sepanjang Jalan Lintas Sumatera. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi penyebaran virus corona.

"Selain itu masyarakat juga dapat melakukan penyemprotan secara mandiri menggunakan antiseptik yg mudah diperoleh seperti cairan pel, clori atau pemutih yang diencerkan. Jadi tidak harus juga menggunakan cairan disinfektan sebagai antisipasi awal," terangnya.

Untuk orang dalam pemantauan (ODP), katanya, ada sebanyak delapan orang warga yang pulang dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura, karena dua negara itu adalah daerah yg terjangkit COVID-19.

"Pemantauan dilakukan selama 14 hari ke depan, jika timbul gejala seperti flu, demam, dan sesak nafas akan diperiksa lebih lanjut," kata Rahmadian.

Pemantauan tersebut ulasnya, dilakukan berdasarkan laporan yang masuk karena setiap orang yang baru pulang dari luar negeri memiliki kartu kesehatan atau kartu Health Alert Card (HAC).

Ia menyatakan delapan orang dalam pemantauan (ODP) bukan berati suspect corona, karena dilihat secara keseluruhan yang bersangkutan masih sehat seperti biasa.

"Mereka dalam pemantauan ini tidak sama dengan isolasi, hanya dipantau. Sementara terkait identitas warga tidak dapat sampaikan karena kode etik dalam pemberian informasi corona," katanya.

Ia menyayangkan, dari delapan warga dalam warga Dharmasraya yang masuk dalam ODP, lima data dari Dinkes Sumbar dan tiga lagi taunya dari masyarakat. Seharusnya kata Rahmadian, begitu ada data ODP dari Bandara, Dinkes Kabupaten atau Kota, segera mendapat informasi. (*)

Reporter : Maryadi | Editor : Milna
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]