Heboh! Surat Pemeriksaan Labor Pasien Diduga Terpapar Covid-19 di RSUD Lubuksikaping Bocor


Selasa, 17 Maret 2020 - 17:29:14 WIB
Heboh! Surat Pemeriksaan Labor Pasien Diduga Terpapar Covid-19 di RSUD Lubuksikaping Bocor Surat permintaan pemeriksaan laboratorium salah seorang pasien di RSUD Lubuksikaping, dengan diagnosa viral infeksi Covid-19 (Corona Virus).

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Masyarakat di Kabupaten Pasaman dihebohkan dengan beredarnya sepucuk surat permintaan pemeriksaan laboratorium salah seorang pasien di RSUD Lubuksikaping, dengan diagnosa viral infeksi Covid-19 (Corona Virus), Selasa (17/3).

Dalam surat tersebut, pasien dengan inisial N (43), warga Kampung Teratai, Nagari Air Manggis, Kecamatan Lubuksikaping, didiagnosa dokter terpapar virus mematikan itu. Karena mengalami keluhan, demam sejak tiga hari lalu, mual, muntah, nyeri ulu hati dan batuk.

Dari informasi yang dihimpun, pasien berjenis kelamin perempuan itu berstatus orang dalam pemantauan (ODP) hari ke-13. Sebab, pasien diketahui baru saja pulang melaksanakan ibadah umrah dari tanah suci Mekkah, pada 4 Maret 2020.

Direktur RSUD Lubuksikaping, Dr Yong Marzuhaili membenarkan bahwa surat tersebut memang diterbitkan oleh dokter penanggung jawab Poli Penyakit Dalam, ditujukan kepada bagian Instalasi Laboratorium Klinik di rumah sakit itu untuk dilakukan pemeriksaan terhadap pasien.

"Mohon maaf surat ini permintaan Labor dari dokter, karena pasien tersebut baru pulang umrah. Dia termasuk pasien dalam pengawasan. setelah di Labor hasilnya, dia demam berdarah (DB). Artinya tidak ada di RSUD yang dirawat suspec corona," ungkap Dr Yong.

Pihaknya, kata dia, mengetahui kebenarannya setelah dilakukan koordinasi dengan penanggungjawab Instalasi Labor di RSUD Lubuk Sikaping. Dari hasil pemeriksaan labor, pasien dinyatakan positif terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) bukan terpapar virus Korona sebagaimana diisukan.

"Memang yang bersangkutan ada permintaan pemeriksaan labor dari Dr.Fresti, spesialis penyakit dalam, untuk pemeriksaan ODP Covid 19 dan DHF atau suspek demam berdarah. Dan, foto atau gambar yang tersebar tersebut merupakan permintaan labor dan bukan hasil labor," ujarnya.

Pasien tersebut, kata dia, masuk ke RSUD tersebut pada 15 Maret 2020, pukul 18.30 WIB. Dengan keluhan, demam sejak tiga hari lalu, mual, muntah, nyeri ulu hati dan batuk.

Diketahui, pasien memiliki riwayat perjalanan umrah ke tanah suci Mekah, dan sampai di Lubuksikaping pada 4 Maret 2020.

"Terhadap pasien sudah dilakukan pemeriksaan rontgen, dengan hasil tidak ditemukan tanda tanda pneumonia. Pasien merupakan orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19, pada hari ke-11, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan," katanya.

Kini, pasien dirawat dengan diagnosa DBD. Pada hari Senin (16/3) pukul 22.00 WIB, petugas medis diruangan paviliun mengantarkan permintaan pemeriksaan darah rutin ke laboratorium rumah sakit.

"Hingga kini, pasien masih dirawat dengan diagnosa DBD dan ODP hari ke-13. Saat ini kondisi pasien dalam perbaikan," ujarnya.

Yong mangakui ada dua kesalahan dari pihaknya sehingga terjadi berita yang simpang siur seperti ini. Akibatnya, membuat banyak masyarakat di daerah itu merasa khawatir dan panik akan penyebaran virus Korona di daerah itu.

"Pertama, kita akui adanya kesalahan penulisan permintaan labor. Namun, pada permintaan tersebut tidak di buat ODP (Orang Dalam Pemantauan)," katanya.

Berikutnya, kata dia, adanya kesalahan dari petugas labor di rumah sakit itu. Karena telah memviralkan surat permintaan pemeriksaan laboratorium itu ke media sosial. Sementara surat itu adalah hal yang dirahasiakan.

"Apa yang dilakukan oleh salah satu anggota atau petugas Labor itu sudah menyalahi SOP. Karena sudah memberitahukan dan memoto surat permintaan labor itu ke khalayak publik," ujarnya.

Yong menegaskan, akan menyelidiki siapa oknum penyebar surat permintaan labor itu hingga viral dan membuat publik di Pasaman resah. Selain itu, tindakan oknum itu kata dia, sudah membuat pasien dan keluarganya malu dan merasa dirugikan.

"Kita (Rumah Sakit) akan mencari oknum tersebut. Dan, saya akan pastikan oknum itu dikenai sanksi tegas sesuai aturan yang ada," tukas Yong.

Untuk pengecekan labor Covid 19 itu, kata dia, hanya bisa dilakukan di Jakarta. Serta butuh waktu sekian hari untuk mengetahui hasilnya. Namun, Yong menegaskan belum ada pasien rawatan di rumah sakit itu terpapar virus korona.

"Kalau pun ada suspek sesuai ketentuan, kita pun harus segera merujuk pasien ke rumah sakit rujukan di RSAM Bukittinggi dan M Djamil Padang, karena tidak bisa dirawat di RSUD Lubuksikaping," tukasnya.  (h/yud)

Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM