110 TAHUN PT SEMEN PADANG (1)

Ini Kisah Berdirinya Pabrik Semen Indarung Sebelum Jadi 'Lokomotif' Lahirnya Industri Semen di Indonesia


Selasa, 17 Maret 2020 - 21:55:56 WIB
Ini Kisah Berdirinya Pabrik Semen Indarung Sebelum Jadi 'Lokomotif' Lahirnya Industri Semen di Indonesia Aktifitas PT Semen Padang tempo dulu di awal-awal baru berdiri. Dok/PT Semen Padang

Pengantar – Tanggal 18 Maret 2020, PT Semen Padang tepat berusia 110 tahun. Seperti apakah pabrik semen peninggakan Belanda ini sekarang? Menilisik perjalanan pabrik semen pertama Asia Tenggara  ini, berikut tim redaksi Harianhaluan.com menuliskan secara bersambung...

***

PADANG, HARIANHALUAN.COM – PT Semen Padang didirikan pada tanggal 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij (NV NIPCM) yang merupakan pabrik semen pertama di Indonesia di waktu zaman penjajahan Belanda.

Kemudian, pada tanggal 5 Juli 1958, perusahaan dinasionalisasi oleh Pemerintah Republik Indonesia dari Pemerintah Belanda. Pasang surut dialami pabrik semen tua yang juga merupakan industri semen pertama di Asia Tenggara.

Selama periode ini, perusahaan mengalami proses kebangkitan kembali melalui rehabilitasi dan pengembangan kapasitas pabrik Indarung I menjadi 330.000 ton/tahun. Selanjutnya pabrik melakukan transformasi pengembangan kapasitas pabrik dari teknologi proses basah menjadi proses kering dengan dibangunnya pabrik Indarung II, III, dan IV.

Pada tahun 1995, Pemerintah mengalihkan kepemilikan sahamnya di PT Semen Padang ke PT Semen Gresik (Persero)Tbk bersamaan dengan pengembangan pabrik Indarung V. Pada saat ini, pemegang saham Perusahaan adalah PT Semen Indonesia (Persero)Tbk dengan kepemilikan saham sebesar 99,99% dan Koperasi Keluarga Besar Semen Padang dengan saham sebesar 0,01 %.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sendiri sahamnya dimiliki mayoritas oleh Pemerintah Republik Indonesia sebesar 51,01%. Pemegang saham lainnya sebesar 48,09% dimiliki publik. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. merupakan perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Kehadiran PT Semen Padang sebagai salah satu produsen semen terkemuka di Indonesia merupakan bagian penting dari sejarah modernisasi dan industrialisasi di Indonesia.

Perusahaan ini tidak hanya menjadi sebuah entitas bisnis membanggakan bagi masyarakat Sumbar, tapi juga telah berperan nyata dalam proses pembangunan bangsa Indonesia lebih dari satu abad. Perusahaan yang pada masa penjajahan Belanda bernama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij (NV NIPCM) ini, telah menjadi tonggak sejarah berdirinya industri semen pertama di Indonesia.

Kalau saja tidak ada pabrik semen di Bukit Indarung ini, bangsa Indonesia mungkin belum akan melihat Monumen Nasional (Monas), Jembatan Semanggi, Gedung MPR/DPR di Senayan, dan Hotel Indonesia di jantung Jakarta pada awal 1960-an. Mungkin pula belum ada Jembatan Ampera yang melintasi Sungai Musi yang membelah Kota Palembang hingga tahun 1970-an. Juga belum ada pabrik semen di Gresik yang bangunan gedungnya menggunakan semen produksi dalam negeri.

Maka bisalah dibayangkan, tanpa dibangunnya pabrik semen di Indarung (kini PT Semen Padang) tahun 1910, lebih seabad silam, maka dapatlah dibayangkan rakyat Indonesia dalam waktu yang lama akan tetap menjadi konsumen semen yang dibuat di negara lain.

Untuk sebuah perusahaan, angka 110 bukanlah kecil. Mencapai itu sangat dibutuhkan perjuangan panjang dan usaha yang keras. PT. Semen Padang menjadi perusahaan yang sudah melewati masa tersebut. Di usianya yang sudah 110 tahun, komitmen untuk memberikan produk dengan layanan terbaik akan terus dilakukan.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati mengatakan, pabrik semen kebanggaan Sumatera Barat itu sangat bersyukur bisa tetap eksis dan berproduksi hingga 110 tahun sekarang.

Kabiro Humas PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati 

"Alhamdulillah, PT Semen Padang sudah mencapai usia 110 tahun. Kita semua sangat bersyukur dengan pencapaian ini," katanya kepada harianhaluan.com.

Dia menyebut, torehan tersebut adalah pencapaian yang luar biasa karena tidak banyak perusahaan yang bisa survive (bertahan) dan sustain (berdiri kokoh) sampai dengan angka ratusan tahun. "Tentunya, ini merupakan pencapaian kita semua, khususnya warga Sumbar," tambah Anita.

Selain itu, keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari kerja keras manajemen dan karyawan Semen Padang Grup dan juga dukungan serta doa tanpa henti dari para stakeholders (masyarakat, pemerintah, media dan dukungan semua pihak). Namun, perjuangan harus terus dilanjutkan di tengah gempuran para kompetitor dengan bisnis yang sama maupun yang bisnisnya merupakan subtitusi semen.

"Semoga Semen Padang akan terus bisa mengembangkan bisnisnya dan memberikan kontribusi yang lebih besar lagi untuk seluruh masyarakat Sumbar dan bangsa Indonesia," tutup Anita. (*)

Reporter : Tim Redaksi /  Sumber : semenpadang.co.id /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM