Ini Alasan Pemerintah RI Belum Terapkan Lockdown


Rabu, 18 Maret 2020 - 11:17:13 WIB
Ini Alasan Pemerintah RI Belum Terapkan Lockdown Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid, Prof Wiku Adisasmito memaparkan alasan Indonesia tidak melakukan lockdown. Wiku mengatakan, yang memungkinkan dilakukan saat ini yaitu melakukan social distancing atau jaga jarak, pemerintah belum memikirkan opsi lockdown.

"Hal yang penting adalah social distancing, di masyarakat sudah beredar berita tentang lockdown. Sebenarnya kembali lagi social distancing, selama penjarakan atau kontak bisa terjaga dengan baik, tidak menjadi kontak, itu yang terbaik," kata Wiku, di kantor BNPB dalam siaran langsung melalui akun YouTube, Rabu (18/3/2020).

Baca Juga : Jason Penganiaya Perawat Siloam Dijerat Pasal Berlapis, Ini Ancaman Hukumannya

"Lockdown ini kan sebenarnya sebelum sampai istilah lockdown sebenarnya sudah karantina wilayah. Nah wilayah Indonesia ini kan besar sekali, kalau lockdown nasional ini kan nanti terhadap aktivitas ekonomi," sambungnya.

Wiku menyebut Indonesia belum memilih opsi lockdown secara nasional karena akan berdampak secara ekonomi. Sebab saat ini masih banyak masyarakat yang mengandalkan upah harian sehingga dikhawatirkan akan berdampak secara ekonomi.

Baca Juga : Pekan Depan, Kemendagri Panggil Ulang Sandi Damkar 'Pembongkar Korupsi'

"Belum diambil karena lockdown itu artinya membatasi wilayah atau daerah dan memiliki implikasi ekonomi, sosial dan keamanan. Maka dari itu kebijakan itu belum bisa diambil. Sosial distancing hal yang efektif. Di Indonesia banyak sekali orang bekerja mengandalkan upah harian dan itu salah satu kepedulian pemerintah supaya aktifitas ekonomi tetap berjalan. Karena dengan lockwon orang di rumah, maka aktifitas ekonomi sulit berjalan dan secara ekonomi itu berbahaya. Oleh karena itu kita belum mengambil ke arah sana," ujarnya.

Ia menyebut karantina dapat dilakukan secara bertahap, misalnya melakukan karantina di rumah dengan tidak pergi ke mana-mana. Ada pula karantina rumah sakit maupun karantina wilayah.

Baca Juga : Gaji Karyawan Pertamina Tertinggi dari Semua BUMN di Indonesia, Benarkah?

"Kalau bicara karantina kan bisa bertahap, mulai dari karantina rumah. Jadi kita di rumah tidak pergi, untuk rumah yang padat nanti cari siolusi yang lain. Jadi karantina rumah, wilayah dan nanti mungkin karantina rumah sakit," ungkapnya.

Wiku mengatakan saat ini jumlah penduduk Indonesia mencapai sekitar 200 juta jiwa, sementara yang terdampak COVID-19 baru sekitar 172 berdasarkan dampak terakhir. Ia menilai lebih banyak masyarakat Indonesia yang lebih sehat sehingga dia mengimbau warga tidak perlu panik.

Baca Juga : BPOM Tetap tak Restui Vaksin Nusantara, Ternyata Ini Penyebabnya

"Jadi mohon masyarakat Indonesia lebih banyak yang sehat perhaitan kita tidak hanya yang sakit aja, yang sakit ini nanti akan ditangani dengan baik," ungkapnya.

Dia mengingatkan agar masyarakat melakukan pola hidup sehat dan bersih, rajin mencuci tangan. Serta menerapkan etika batuk dan bersin.(*)

Editor : NOVA | Sumber : detik.com

BERITA TERKINI Index »

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]