Tak Tanggung-tanggung, Bank Dunia Kucurkan Rp214 Triliun untuk Cegah Corona


Rabu, 18 Maret 2020 - 16:44:51 WIB
Tak Tanggung-tanggung, Bank Dunia Kucurkan Rp214 Triliun untuk Cegah Corona Bank Dunia. worldbank.org

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Dewan Direksi Bank Dunia dan International Financial Corporation atau IFC hari ini menyetujui pembiayaan cepat senilai US$ 14 miliar atau sekitar Rp214 triliun (kurs Rp 15.293 per dolar AS) untuk membantu perusahaan dan negara dalam upaya mencegah, mendeteksi dan menanggapi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Dana ini akan digelontorkan untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan kesehatan masyarakat, termasuk untuk pencegahan, diagnosis, perawatan, serta dukungan terhadap sektor swasta. 

IFC, anggota Kelompok Bank Dunia, akan meningkatkan ketersediaan pembiayaan terkait Covid-19 menjadi US$ 8 miliar sebagai bagian dari paket US$ 14 miliar atau naik dari sebelumnya US$ 6 miliar. Jumlah itu dikucurkan untuk mendukung perusahaan swasta dan karyawan yang dirugikan oleh penurunan ekonomi yang disebabkan oleh penyebaran Covid-19.

Sebagian besar pembiayaan IFC akan diberikan kepada lembaga keuangan untuk memungkinkan perusahaan terus menawarkan pembiayaan perdagangan, dukungan modal kerja dan pendanaan jangka menengah kepada perusahaan swasta yang berjuang dengan gangguan dalam rantai pasokan. 

Respons IFC juga akan membantu klien di sektor paling terdampak seperti pariwisata dan manufaktur untuk terus membayar tagihan mereka. Paket ini juga akan menguntungkan sektor-sektor yang terlibat dalam menanggapi pandemi ini, termasuk perawatan kesehatan dan industri terkait, yang menghadapi peningkatan permintaan layanan, peralatan medis dan obat-obatan.

“Sangat penting bagi kami untuk mempersingkat waktu pemulihan. Paket ini memberikan dukungan mendesak kepada bisnis dan pekerjanya untuk mengurangi dampak finansial dan ekonomi dari penyebaran Covid-19,” kata David Malpass, Presiden Kelompok Bank Dunia, dikutip dari Tempo, Rabu (18/3/2020).

Malpass menjelaskan, proses pendanaan sudah berlangsung. Tambahan US$ 2 miliar dikucurkan berdasarkan pengumuman paket respons pada 3 Maret lalu, yang termasuk US$6 miliar dalam pembiayaan oleh Bank Dunia untuk memperkuat sistem kesehatan dan pengawasan penyakit dan US$6 miliar oleh IFC untuk membantu usaha mikro,  kecil dan menengah yang lebih rentan terhadap guncangan ekonomi.

“Tidak hanya pandemi ini yang merenggut nyawa, tetapi dampaknya terhadap ekonomi dan standar kehidupan kemungkinan akan lebih lama dari fase darurat kesehatan. Dengan memastikan klien kami mempertahankan operasi mereka selama ini, kami berharap sektor swasta di negara berkembang akan lebih siap untuk membantu ekonomi pulih lebih cepat, ”kata Philippe Le Houérou, Kepala Eksekutif IFC. 

Ada empat komponen paket respons dari IFC. Keempat komponen itu adalah: 

Pertama, US$ 2 miliar dari Fasilitas Penanggulangan Krisis Sektor Riil, yang akan mendukung klien di industri infrastruktur, manufaktur, pertanian dan jasa yang rentan terhadap pandemi. IFC akan menawarkan pinjaman kepada perusahaan yang membutuhkan, dan jika perlu, melakukan investasi ekuitas. Instrumen ini juga akan membantu perusahaan-perusahaan di sektor perawatan kesehatan yang mengalami peningkatan permintaan.

Kedua, US$ 2 miliar dari Global Finance Finance Program yang akan menanggung risiko pembayaran lembaga keuangan sehingga mereka dapat memberikan pembiayaan perdagangan kepada perusahaan yang mengimpor dan mengekspor barang. Hal ini diharapkan akan mendukung perusahaan kecil dan menengah yang terlibat dalam rantai pasokan global.

Ketiga, US$ 2 miliar dari program Solusi Modal Kerja, yang akan menyediakan dana kepada bank-bank pasar berkembang untuk memberikan kredit guna membantu bisnis menopang modal kerja mereka, kumpulan dana yang digunakan perusahaan untuk membayar tagihan mereka dan memberi kompensasi kepada pekerja. Sebuah komponen baru dimulai atas permintaan klien dan disetujui pada 17 Maret. 

Keempat, US$ 2 miliar dari Program Likuiditas Perdagangan Global, dan Program Keuangan Komoditas Kritis. Keduanya menawarkan dukungan pembagian risiko kepada bank lokal sehingga dapat terus membiayai perusahaan di pasar negara berkembang.

Baru-baru ini IFC memperluas batas pembiayaan perdagangan untuk empat bank di Vietnam sebesar US$ 294 juta sehingga perusahaan dapat terus memberikan pinjaman kepada pihak yang membutuhkan, terutama pelaku usaha kecil dan menengah. (*)

 Sumber : Tempo /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 31 Maret 2020 - 11:00:27 WIB

    Tak Perlu Antre di Bank, Uang Pensiun Bisa Diambil Dekat Rumah

    Tak Perlu Antre di Bank, Uang Pensiun Bisa Diambil Dekat Rumah JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Untuk memudahkan para pensiunan yang mengambil uang melalui rekening bank PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), perseroan menyediakan layanan pengambilan uang pensiun dekat rumah..
  • Sabtu, 21 Maret 2020 - 08:43:28 WIB

    Borong Bahan Pokok di Tengah Heboh Corona Tak Lagi Dibatasi

    Borong Bahan Pokok di Tengah Heboh Corona Tak Lagi Dibatasi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Satgas Pangan Polri resmi mencabut pembatasan belanja bahan pokok dan penting di toko ritel modern atau swalayan. Pembatasan tersebut hanya berlaku 3 hari, yang dimulainya pada Selasa (17/3) lalu..
  • Rabu, 18 Maret 2020 - 10:02:18 WIB

    Cegah Corona, Pembayaran Tunai Tak Dilayani Mulai Besok

    Cegah Corona, Pembayaran Tunai Tak Dilayani Mulai Besok JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - PT TransJakarta mulai besok hanya melayani pembayaran nontunai. PT TransJakarta menutup semua bentuk transaksi yang menggunakan uang tunai, termasuk top up uang elektronik..
  • Rabu, 11 Maret 2020 - 22:47:41 WIB

    Kabar Gembira! Gaji Pekerja Tak Dipotong Pajak Selama 6 Bulan

    Kabar Gembira! Gaji Pekerja Tak Dipotong Pajak Selama 6 Bulan JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merilis insentif pajak mulai pajak penghasilan (PPh) 21, 22, hingga 25. Pajak-pajak tersebut ditanggung pemerintah selama 6 bulan setelah diluncurkan, yang re.
  • Sabtu, 07 Maret 2020 - 11:44:48 WIB

    Wow..! Harga Emas Cetak Rekor Lagi, Kini Tembus Rp842.000/Gram

    Wow..! Harga Emas Cetak Rekor Lagi, Kini Tembus Rp842.000/Gram JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Logam mulia atau emas batangan milik Antam hari ini, Sabtu (7/3/2020) naik Rp 5.000 dari hari sebelumnya, Jumat (6/3) yaitu Rp 837.000/gram. Artinya, harga emas Antam kini berada pada harga Rp 842..

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM