Mengulik Kemungkinan Penularan Corona saat Berhubungan Intim


Rabu, 18 Maret 2020 - 23:32:00 WIB
Mengulik Kemungkinan Penularan Corona saat Berhubungan Intim ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Infeksi virus corona (COVID-19) menular melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi. Lalu, bagaimana penularan virus corona saat berhubungan seksual?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, penularan virus corona menyebar dari orang ke orang terutama ketika berada dalam kontak dekat satu sama lain. Kontak dekat didefinisikan berada dalam jarak kurang dari 2 meter.

Virus corona dapat menular melalui droplet atau cairan pernapasan yang keluar saat batuk dan bersin. Droplet ini dapat masuk ke mulut, hidung, atau mata orang yang berada di dekatnya.

Dikutip dari Express, saat berhubungan seks, maka seseorang akan berada dalam jarak yang sangat dekat dan kemungkinan untuk terkena droplet akan lebih besar. Selain itu, berhubungan seksual juga berarti melakukan hubungan yang intim seperti berciuman.

Berciuman telah dilarang oleh beberapa negara dan para ahli. Pasalnya, droplet antara sepasang suami-istri akan saling bertukar satu sama lain.

Namun, belum diketahui secara pasti apakah virus corona juga terdapat dalam cairan tubuh lain seperti cairan vagina atau sperma.

"Kami tahu COVID-19 ada dalam tetesan pernapasan, tetapi kami tidak tahu pasti apakah itu ada dalam cairan vagina atau air mani," kata ahli infeksi di Cleveland Clinic, Kristn Englund.

Englund menyarankan untuk menunda terlebih dahulu hubungan seks dengan orang yang memiliki gejala flu, batuk, dan pilek.

Di sisi lain, melakukan hubungan seks justru disarankan di tengah wabah corona dan isolasi atau self isolate. Berdiam di rumah akan menimbulkan kecemasan dan kebosanan yang buruk untuk kesehatan mental.

Seksolog Mehmet Oz justru merekomendasikan untuk melakukan hubungan seksual saat isolasi karena dinilai dapat mengurangi depresi.

"Solusi terbaik, jika Anda diisolasi di rumah adalah berhubungan seks. Anda akan hidup lebih lama dan meredakan stres," kata Oz, dikuti dari Daily Mail.

Penggunaan kondom di China bahkan dilaporkan meningkat saat lockdown. Kondom jadi produk paling banyak dibeli di situs toko daring. (h/*)

 Sumber : CNN Indonesia /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM