ASN RSUD Sawahlunto Layangkan Mosi Tak Percaya kepada Direktur Ardianof


Kamis, 19 Maret 2020 - 09:42:25 WIB
ASN RSUD Sawahlunto Layangkan Mosi Tak Percaya kepada Direktur Ardianof RSUD Sawahlunto

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM --  Situasi dan kinerja rumah sakit yang tidak kondusif, membuat pegawai dan aparatur sipil negara (ASN) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawahlunto layangkan mosi tidak percaya kepada Direktur Ardianof dan Kabag Tata Usaha Elma Sayuti. 

Surat mosi tidak percaya ditujukan kepada Walikota Sawahlunto Deri Asta ditandatangani oleh ratusan ASN RSUD Sawahlunto.

Baca Juga : Ramadan, ASN Pessel Tetap Bekerja Seperti Biasa

Dalam surat mosi tidak percaya yang dilayangkan 4 Maret 2020 itu, diungkapkan kekesalan pegawai RSUD Sawahlunto tertulis, pimpinan selalu mengancam apabila ada kebijakan Direktur dan Kabag Tata Usaha yang tidak dilaksanakan. 

Kebijakan pimpinan hanya menguntungkan diri sendiri dan kelompok tertentu. Direktur tidak memperjuangkan nasib staf, setiap permasalahan tidak ada solusinya.

Baca Juga : Rudi Hariyansyah: Perangkat Daerah Bersinergi Capai Visi dan Misi

Terkait mosi tersebut Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sawahlunto, Guspriadi mengungkapkan, bahwa surat tersebut telah diterima oleh Walikota dan segera ditindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan oleh inspektorat terkait adanya indikasi serta kinerja pimpinan RSUD seperti yang disampaikan.

Disinggung terkait surat pengunduran direktur RSUD Sawahlunto, Guspriadi menjelaskan bahwa suratnya telah sampai kepada Walikota dan belum turun ke BKPSDM.

Baca Juga : PAUD Darul Fahri Berprestasi di Semua Lini

"Suratnya sudah sampai ke Walikota, namun ke BKP SDM belum menerima surat tersebut. Namun komunikasi dengan Walikota, sampai saat ini Walikota meminta Ardianof untuk tidak mundur hingga adanya penyelesaian atau hasil pemeriksaan," ujarnya.

Guspriadi menilai, sejak ditetapkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Sawahlunto belum memiliki dewan pengawas seperti yang tertuang dalam Permendagri 79 tahun 2018. Namun sebut Guspriadi dalam waktu dekat ini pihaknya segera melaporkan hasil kajian teknis pembentukan Dewas kepada Walikota.

Baca Juga : Wali Kota Fadly Amran Resmikan Pasar GENTAR Padang Panjang

Dewas BLUD sebut Guspriadi, merupakan satuan fungsional yang bertugas melakukan pembinaan dan pengawasan serta pengendalian internal terhadap pengelolaan BLUD yang dilakukan oleh pejabat pengelola sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dewas sendiri lanjutnya dibentuk dengan keputusan kepala daerah.

"Selama ini, Dewas tersebut tidak pernah dilakukan kajian untuk dibentuk, sehingga membentuk pesimisme di masyarakat bahwa BLUD tidak akan berhasil kecuali hanya menjadi sumber penghasilan bagi pengelolanya saja," katanya. (*)

Reporter : Riki Yuherman | Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]