Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp16.000, Pengamat Ekonomi Sebut Ada Berpeluang Terus Melemah


Kamis, 19 Maret 2020 - 12:25:46 WIB
Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp16.000, Pengamat Ekonomi Sebut Ada Berpeluang Terus Melemah Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) semakin melemah di perdagangan pasar spot hari ini. Data US$ 1 dibanderol Rp16.007,05 pada, Kamis (19/3) pukul 12:03 WIB.

Menanggapi hal tersebut, pengamat ekonomi yang juga merupakan Direktur Eksekutif Economic Action (Econact), Ronny P. Sasmita mengatakan posisi rupiah yang sangat lemah berpeluang terus melemah dalam waktu-waktu mendatang.

"Memang secara keseluruhan, baik fundamental maupun teknikal, posisi rupiah sangat lemah, dan berpeluang terus melemah dalam waktu-waktu mendatang," ungkapnya.

Ia menambahkan beberapa faktor menjadi pemicu penguatan dollar beberapa hari ini.

"Ada beberapa faktor utama penguatan Dollar beberapa hari ini. Pertama adalah ketakutan pasar pada percepatan resesi dunia akibat corona, sehingga terjadi panic selling pada aset-aset non dollar dan berpindah ke aset berdenominasi dollar," ungkap Ronny.

Hal semacam ini, sambungnya sudah menjadi kebiasaan pasar.

"Ketika ancaman krisis makin menguat, pelaku pasar cenderung memilih aset-aset safe heaven, seperti dollar dan emas. Permintaan dollar langsung meninggi, yang membuat harganya terbawa naik, walaupun kondisi ekonomi di Amerika sendiri juga buruk," jelas Ronny.

Faktor ke dua, kata Ronny kepercayaan terhadap Rupiah terus melemah dan pelaku pasar ramai-ramai meninggalkanya, berpindah ke aset-aset berdenominasi dollar. 

Ke tiga, dari sisi domestik, nyaris belum ada sentiment positif yang mampu menahan pelemahan tersebut.

"Beberapa langkah yang diambil pemerintah, baik moneter maupun fiskal, belum mampu meyakinkan pasar. Sampai hari ini, kepercayaan terhadap otoritas dalam mengantisipasi dan memulihkan rasa khawatir publik masih sangat rendah. Belum lagi tudingan beberapa pihak internasional yang meragukan langkah-langkah antisipasi yang diambil pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran virus corona dan imbas-imbasnya," ungkapnya menambahkan.

Dan ke empat, memang kondisi fundamental ekonomi Indonesia sangat rentan terhadap goncangan, termasuk goncangan oleh penyebaran virus Covid19.

"Di saat pemerintah bersiap untuk menggelontorkan anggaran, justru di saat yang sama pemerintah mengumumkan ancaman defisit fiskal. Lalu sebelumnya ancaman pertumbuhan ekonomi yang akan terperosok ke bawah 5 persen, defisit neraca dagang, kelangkaan komoditas tertentu sehingga harus impor, dan lainya," ungkapnya menutup. (*)

Reporter : Yessi Swita /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 20 Maret 2020 - 11:41:49 WIB

    Waspada! Nilai Tukar Rupiah Hampir Seperti Kondisi Krismon 98

    Waspada!  Nilai Tukar Rupiah Hampir Seperti Kondisi Krismon 98 JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Nilai tukar rupiah hari ini kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah Jumat (20/3) berada di atas level Rp 16.000, kondisi ini sudah mendekati posisi terburuk pada krisis monter  1.
  • Senin, 09 Maret 2020 - 12:37:11 WIB

    Masuki Level Psikologis! Nilai Tukar Rupiah Melemah

    Masuki Level Psikologis! Nilai Tukar Rupiah Melemah JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Nilai tukar rupiah di pasar spot pada perdagangan, Senin (9/3/2020), pagi tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Alhasil mata uang Garuda masuk ke level psikologis Rp14.300 per dolar AS..
  • Senin, 17 Februari 2020 - 07:26:18 WIB

    Indonesia Dinilai akan Kian Sulit Tekan Kemiskinan, Kenapa?

    Indonesia Dinilai akan Kian Sulit Tekan Kemiskinan, Kenapa? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sejumlah pengamat menilai angka kemiskinan di Indonesia akan semakin sulit diturunkan dalam beberapa waktu ke depan. Ini lantaran pertumbuhan ekonomi domestik yang semakin melambat beberapa waktu t.
  • Rabu, 12 Februari 2020 - 12:09:29 WIB

    2 Pesan Jokowi ke Menteri Dinilai Bisa Genjot Peringkat Kemudahan Berusaha, Apa Saja?

    2 Pesan Jokowi ke Menteri Dinilai Bisa Genjot Peringkat Kemudahan Berusaha, Apa Saja? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Presiden Joko Widodo memerintahkan para menterinya untuk melakukan sejumlah upaya guna menggenjot peringkat Ease of Doing Business (EoDB) atau kemudahan berusaha di Indonesia. Saat ini Indonesia.
  • Jumat, 10 Januari 2020 - 19:57:51 WIB

    Agresif! Nilai Perdagangan Jepang-Indonesia Tembus US$ 23,85 Miliar

    JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- "Indonesia menyambut baik komitmen Jepang untuk terus menjadi mitra kunci pembangunan sektor prioritas Indonesia," demikian ditegaskan Menlu RI kepada Menlu Jepang Motegi Toshimitsu dalam pertemua.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM