Peringatan WHO, Penderita Gejala Corona Jangan Diberi Obat Ibuprofen


Kamis, 19 Maret 2020 - 12:52:18 WIB
Peringatan WHO, Penderita Gejala Corona Jangan  Diberi Obat Ibuprofen ilustrasi.(Pixabay/stevepb

HEATLH,HARIANHALUAN.COM-Badan Kesehatan  Dunia  WHO telah mengeluarkan rekomendasi bagi penderita gejala infeksi virus corona (Covid-19) untuk tak mengonsumsi  asupan  ibuprofen. Meski penggunaan ibuprofen harus sesuai dengan arahan dokter dan tenaga medis, ibuprofen adalah zat yang dikandung oleh obat-obatan yang bisa dengan mudah untuk didapat dan dibeli tanpa resep dokter.

Ibuprofen ditemukan oleh Dr. Stuart Adams OBE sebagai senyawa anti-inflamasi. Sejak ditemukan lebih dari lima dekade lalu, ibuprofen menjadi salah satu obat yang digunakan untuk analgesik dan antipiretik. Ibuprofen, seperti paracetamol dan aspirin, termasuk obat tanpa resep dokter yang paling banyak digunakan.

Mengutip Ibuprofen: Pharmacology, Therapeutics and Side Effects karya K. D. Rainsford, Ibuprofen adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Ibuprofen bekerja dengan cara mengurangi hormon yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit di tubuh.


Ibuprofen digunakan untuk mengurangi demam dan mengobati rasa sakit atau peradangan yang disebabkan oleh banyak kondisi seperti sakit kepala, sakit gigi, demam, sakit punggung, radang sendi, kram menstruasi, dan cedera ringan. Ibuprofen digunakan pada orang dewasa dan anak-anak yang berusia paling tidak 6 bulan. Ibuprofen dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke, terutama jika penggunaannya dilakukan dalam jangka panjang atau dikonsumsi dalam dosis tinggi, atau jika dikonsumsi oleh orang dengan penyakit jantung.

Dengan banyaknya kabar mengenai bahaya Ibuprofen dalam mengatasi gejala infeksi Sars-Cov-2 penyebab Covid-19, saat ini belum ada bukti kuat bahwa ibuprofen dapat memperburuk coronavirus (COVID-19). Beberapa ahli dari WHO menganjurkan untuk meminum parasetamol untuk mengobati gejala-gejala coronavirus, kecuali jika dokter Anda memberi tahu parasetamol tidak cocok untuk Anda.

Hanya saja jika Anda sudah mengonsumsi ibuprofen atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) lain atas saran dokter, jangan berhenti meminumnya tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Jurubicara perusahaan farmasi Inggris, Reckitt Benckiser, yang juga memproduksi merek Nurofen merilis pernyataan bahwa pihaknya menyatakan bahwa keselamatan konsumen adalah prioritas utama mereka.

"Ibuprofen adalah obat-obatan yang dibuat dengan seksama menggunakan standar keselamatan yang bisa meringankan demam dan mengurangi sakit, termasuk sakit tenggorokan, selama lebih dari 30 tahun," demikian lanjutan pernyataannya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penderita gejala infeksi virus corona (Covid-19) untuk menghindari asupan medis atau obat ibuprofen.

Hal itu direkomendasikan WHO merujuk pada peringatan Menteri Kesehatan Prancis Oliver Veran yang menyatakan jenis obat itu malah bisa memperburuk efek dari virus. Veran sendiri menyatakan itu berdasarkan penelitian terkini yang ditulis dalam jurnal medis The Lancet. (*)

 Sumber : CNNIndonesia.com /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM