Dijamin Lebih Untung, BEI Sumbar Sarankan Beli Saham LQ45


Kamis, 19 Maret 2020 - 15:31:30 WIB
Dijamin Lebih Untung, BEI Sumbar Sarankan Beli Saham LQ45 Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumbar, Early Saputra.

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumbar, Early Saputra menyarankan jika masyarakat yang ingin investasi bisa membeli Exchange Traded Fund (ETF) R-LQ45X. Pasalnya, indeks LQ45 diminati investor karena mengukur performa harga dari 45 saham unggulan di bursa.

"Jadi kalau teman-teman pengen nih investasi badan 45 perusahaan yang bagus dan beberapa diantaranya nanti bisa jadi jelek maka silahkan beli R-LQ45X," kata Early, baru-baru ini.

Pada November 2019, jelas Early, jika diperhatikan indeks S&P 500 di Amerika dengan LQ45 di Indonesia, ternyata hasilnya LQ45 lebih tinggi keuntungannya. Seandainya 2009 ada yang sudah jadi investor dan beli R-LQ45X sehingga keuntunganya sekitar 300-450 persen.

"Sementara S&P 500 kalau jadi ETF itu keuntungannya sekitar 290 persen. Kalau dulu 2004 para investor menyarankan beli S&P 500, artinya beli perusahaan bagus di Amerika maka itu akan menjadi peluang investasi lebih bagus, menurut dia," sebut Early.

Artinya jelas Early, sebagai warga Indonesia harus selalu siap dan bisa pakai. Ternyata setelah krisis 2008 pun jika dibanding Indonesia dengan Amerika, indeksnya akan lebih menguntungkan di Indonesia. Ketika masyarakat tertarik maka juga disarankan beli indeks straits time.

"Ini ada indeks yang dipakai saat ini, IDX30 asetnya sudah mencapai Rp9,4 triliun, LQ45 Rp2,8 triliun. Sedangkan saham JIII Rp200,13 miliar, SMInfra 18 Rp88,2 miliar. Jadi IDXV30 baru Rp2,1 miliar," ulas Early.

Menurut Early, ini adalah indeks yang berisikan 20 perusahaan yang paling rajin bagi dividen dan bursa. Sayangnya, kata Early, masyarakat Indonesia lebih dominan memilih saham yang likuid atau gampang diperjual belikan dibandingkan saham-saham yang sering bagi dividen.

"Jadi saham-saham likuid laku nih Rp9,4 triliun tapi saham-saham yang sering bagi dividen baru Rp2,9 miliar," ungkap Early.

Early berharap, masyarakat mengetahui bahwa ada peluang investasi yang kemungkinan hasilnya lebih bagus. Ibaratnya membeli kumpulan perusahaan sebanyak 20 dan untung bagi dividen. Tapi faktanya saat ini bukan itu yang dibeli oleh masyarakat, namun saham yang likuid.

"Ini ada informasi terkait indeks, ada yang highlight indeks. Indeks yang dijadikan peran utama untuk menambahkan kinerja pasar modal. Biasanya IHSG atau LQ45 kalau IHSG turun maka semua saham juga ikutan turun," tukasnya. (*)

 Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM