Polres Pasaman Resmi Stop Sementara Pemberian Izin Keramaian


Kamis, 19 Maret 2020 - 16:06:28 WIB
Polres Pasaman Resmi Stop Sementara Pemberian Izin Keramaian Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya, saat memeragakan gerakan "Social Distancing" yang merupakan salah satu cara mencegah penyebaran virus covid-19 yang hingga saat ini masih menjadi isu menggemparkan dunia.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Kepala Polisi Resor (Kapolres) Pasaman, AKBP Hendri Yahya, memerintahkan jajarannya untuk menghentikan seluruh pemberian izin keramaian bagi masyarakat yang ingin mengadakan pesta atau kegiatan lainnya yang bersifat mengumpulkan banyak orang.

Ketegasan tersebut ia sampaikan Kamis (19/03) di ruang kerjanya sekaitan dengan langkah-langkah institusinya dalam giat cegah tangkal masuknya pandemi virus corona ke daerah itu.

Baca Juga : Sumbar Siapkan 50 Persen Jalur Zonasi pada PPDB 2021

"Sesuai perintah Kapolri melalui Kapolda Sumatera Barat, saya sudah memerintahkan satuan intel dan keamanan, petugas bhabinkamtibmas dan perwira pengamat wilayah seluruh polsek sejajaran untuk menyosialisasikan hal ini demi membangun rasa kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dalam mencegah merebaknya virus covid-19 atau lazim disebut virus corona," ungkapnya.

Selain upaya tersebut, lanjutnya, ia bersama jajaran dan unsur pemerintahan daerah terkait juga sudah melakukan kegiatan penyemprotan cairan desinfektan di seluruh fasilitas umum yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat seperti kantor perbankan, rumah ibadah dan lokasi anjungan tunai mandiri (ATM).

Baca Juga : Wako Pariaman Ajak Masyarakat Rawat Ekologi Pulau Angso Duo

Terkait adanya potensi adanya penimbunan masker dan cairan pembersih tangan di wilayah hukumnya, ia menyatakan belum ada laporan dari masyarakat dan meminta masyarakat untuk tetap tenang dan kreatif dalam membuat sendiri cairan anti kuman dengan memanfaatkan bahan - bahan lokal.

"Di mapolres kami membuat sendiri dengan mencampurkan cairan alkohol kadar 75 persen, minyak serai wangi dan gel tanaman lidah buaya yang cukup banyak tersedia di daerah ini, jadi tidak harus mahal-mahal apalagi sampai menumpuk persediaan untuk kepentingan meraih keuntungan pribadi," jelasnya.

Ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak memanfaatkan situasi seperti ini untuk mencari sensasi atau memperkaya diri.

"Jangan sebarkan berita bohong karena itu pelanggaran pidana, jangan menimbun barang untuk tujuan memperkaya diri dan laporkan jika memiliki informasi tentang adanya potensi atau indikasi negatif terkait virus corona," imbaunya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman melarang seluruh pejabat di lingkungan pemerintah daerah itu untuk melakukan aktifitas kedinasan keluar daerah guna mencegah masuknya virus corona ke daerah tersebut, Senin (16/3/2020).(*) 

Reporter : Rully Firmansyah | Editor : NOVA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]