Sekolah di Pasaman Diliburkan Dua Pekan, 20 Maret-2 April


Kamis, 19 Maret 2020 - 16:54:47 WIB
Sekolah di Pasaman Diliburkan Dua Pekan, 20 Maret-2 April Ilustrasi

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Kabupaten Pasaman secara resmi memutuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan belajar mengajar (PBM) selama 14 hari ke depan di seluruh sekolah yang ada di daerah itu, terhitung sejak 20 Maret hingga 2 April 2020.

"Keputusan tersebut telah dituangkan dalam instruksi Bupati Pasaman nomor 421/625/DISDIKBUD-PAS/2020 tentang penanganan Corona Virus Disease di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman tanggal 19 Maret 2020," kata Bupati Pasaman, Yusuf Lubis, di Lubuksikaping, Kamis(19/03).

Baca Juga : Ngeri! Pendidikan Jarak Jauh Bikin Siswa Kecanduan Gawai

Menurutnya, dengan telah diterbitkannya instruksi tersebut maka pihak sekolah diwajibkan meliburkan seluruh pelajar sejak tingkat PAUD hingga SLTA dan menghentika seluruh aktifitas di sekolah masing-masing.

Untuk menjaga tetap berjalannya proses transfer keilmuan bagi para pelajar tersebut, lanjutnya, setiap guru sekolah dasar dan guru bidang studi diminta untuk memberikan tugas berupa pekerjaan rumah sesuai program study yang sudah direncanakan, agar mereka bisa tetap belajar meskipun tidak dalam keadaan bertatap muka.

Baca Juga : PT Trakindo Serahkan Modul Ajar & Praktik ke Politeknik Negeri Padang

"Kami juga telah memerintahkan jajaran Satpol PP untuk mengamankan pelajar yang kedapatan sedang berada di fasilitas umum atau keramaian guna mencegah terjadinya penyebaran virus covid 19," ungkapnya.

Dengan kata lain, lanjutnya, jangan sampai keputusan untuk menghentikan kegiatan PBM di sekolah tersebut justru dimanfaatkan untuk hal - hal yang tidak penting, kecuali ada keperluan yang tidak bisa ditunda dan harus didampingi orang tua.

Baca Juga : Tahun 2021, ITP Buka 1.000 Kuota Mahasiswa Baru

Ia mengimbau kepada para orang tua murid agar berperan aktif mengawasi kegiatan belajar anak mereka di rumah dan tetap mendampingi mereka sekaligus memberi pengarahan tentang bahaya virus corona dan sebab keputusan ini diambil pihak pemerintah.

"Kita butuh kekompakan dan kebersamaan dalam menghadapi pandemi ini, jangan lalai menjaga anak karena pemerintah mengambil kebijakan ini justru karena ingin melindungi mereka sebagai generasi penerus bangsa," tegasnya.

Baca Juga : Politeknik ATI Padang Gelar Webinar Eksistensi Logistik di Masa Pandemi

Sementara itu, salah seorang wali murid, Ima Suryati (43), mengaku lega dengan keputusan pemerintah tersebut karena menurutnya bisa efektif memberi perhatian kepada anaknya, terkhusus tentang jajanan yang bersih dan sehat.

"Saya terus memantau konsumsi jajanan anak-anak karena khawatir akan terjangkit penyakit berbahaya," ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Polisi Resor (Kapolres) Pasaman, AKBP Hendri Yahya, memerintahkan jajarannya untuk menghentikan seluruh pemberian izin keramaian bagi masyarakat yang ingin mengadakan pesta atau kegiatan lainnya yang bersifat mengumpulkan banyak orang.

Ketegasan tersebut ia sampaikan Kamis (19/03) di ruang kerjanya sekaitan dengan langkah-langkah institusinya dalam giat cegah tangkal masuknya pandemi virus corona ke daerah itu.(*)
 

Reporter : Rully Firmansyah | Editor : NOVA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]