Stok Menipis, Pembelian Masker dan Hand Sanitizer di Sumbar Dibatasi


Kamis, 19 Maret 2020 - 16:57:03 WIB
Stok Menipis, Pembelian Masker dan Hand Sanitizer di Sumbar Dibatasi Foto/detik.com

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Terkait panic buying, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meminta media untuk menyampaikan informasi yang benar terkait stok masker yang langka saat merebaknya virus Corona atau Covid-19. Masker hanya digunakan untuk orang yang sakit, bagi yang sehat tidak perlu menggunakannya.

Panic Buying merupakan fenomena di mana masyarakat melakukan penimbunan beberapa barang pada saat terjadi situasi darurat tertentu. Dalam kasus merebaknya virus corona, barang-barang yang menjadi incaran para konsumen adalah handsanitizer dan masker.

"Saya minta tolong untuk memberikan informasi yang benar. Seperti masker, itu untuk orang sakit kalau kita sehat gak perlu pakai masker. Lalu masker harus berlapis-lapis, tidak perlu. Pokoknya asal ludah kita tidak keluar, itu bukan masalah pernafasan," kata Irwan baru-baru ini.

Maka menurut Irwan, kekosongan stok masker tersebut disebabkan oleh panic buying. Mengantisipasi hal tersebut, kata Irwan, pihak Kapolda telah menyampaikan kepada penjual supaya tidak menjual masker lebih dari 1 kotak untuk 1 orang.

"Polisi sudah menyampaikan ke toko-toko yang menjual masker tidak boleh jual lebih dari satu kotak untuk satu orang pembeli, yang beli borong-borong tidak boleh," ujar Irwan.

Sebelummya juga telah dilakukan inspeksi mendadak (sidak), kata Irwan lagi, jika stok masker tidak ada di apotik atinya memang sudah habis. Termasuk hand sanitizer (cairan pembersih tangan).

Diketahui, sejumlah apotik di Kota Padang, Provinsi Sumbar mengalami kelangkaan stok masker. Handsanitizer yang biasanya hanya memiliki kisaran harga di bawah Rp10 ribu kini bisa mencapai 2 kali lipat. Kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum curang dengan menimbun beberapa barang. (*)

Editor : Milna
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: r[email protected]