Cegah Virus Corona Mewabah, Pemda Diminta Gerak Cepat


Kamis, 19 Maret 2020 - 21:13:16 WIB
Cegah Virus Corona Mewabah, Pemda Diminta Gerak Cepat Endang Tirtana.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Sejumlah pihak mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Pasaman meliburkan proses belajar mengajar (PBM) siswa di sekolah, terhitung mulai besok, Jumat 20 Maret hingga Kamis 2 April 2020.

Kebijakan meliburkan sekolah ini sebagai langkah antisipatif penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di daerah itu. Ditambah lagi korban akibat terpapar virus mematikan ini kian bertambah disejumlah wilayah di Indonesia.

Salah satu tokoh nasional sekaligus putra Pasaman, Endang Tirtana mengatakan langkah Pemda Pasaman meliburkan sekolah, mulai dari tingkat TK/Paud, SD hingga SMP sudah tepat, guna memutus mata rantai penularan Korona Virus antar manusia.

"Saya rasa sudah tepat. Sebab, korban akibat Covid-19 terus berjatuhan. Penyebabnya bukan dari tidak adanya orang yang sedang dirawat dirumah sakit karena terpapar virus ini. Tetapi, oleh orang yang sehat. Dia juga bisa sebagai carrier (pembawa virus) dan berpotensi sebagai penular," katanya kepada harianhaluan.com, Kamis (19/3/2020).

Namun, kata dia, upaya pencegahan virus korona oleh pemerintah daerah tidak boleh berhenti pada fase itu saja. Agar virus itu tidak mewabah, perlu dilakukan langkah-langkah kongkrit lainnya.

"Tidak sekedar diliburkan. Fasilitas publik harus di semprot disinfektan. Sosialisasi pencegahan di massifkan. Pengadaan masker dan hand sanitizer (cairan antiseptik) perlu dilakukan," ujar pentolan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

Selain itu, saran Endang, juga ada upaya serius oleh Pemda bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang sudah terbentuk untuk terus memantau mereka dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP).

"Tim Gugus Tugas harus terus memantau mereka (ODP) dan batasi interaksi mereka. Mengajak para ustad, ulama dan pengurus mesjid agar ikut aktif mensosialisasikan langkah-langkah pencegahan ketengah-tengah masyarakat," ungkap ayah dua anak ini.

"Hindari menyampaikan teori teori konspirasi. Ini adalah virus yang nyata yang harus dicegah dengan langkah-langkah yang ditetapkan pemerintah," timpalnya lagi.

Lanjut Endang, Pemerintah Daerah juga perlu segera memikirkan tempat khusus terpisah dari RSUD Lubuksikaping untuk pasien corona. Meskipun Pemerintah Pusat sudah menunjuk dua rumah sakit sebagai rujukan penanganan pasien Covid-19 di Sumatera Barat.

"Itu penting, supaya protokol maksimal bisa dilakukan. Untuk minimalisasi penularan. Karena penderita sakit lain rentan tertular, termasuk soal sanitasi udaranya," pungkas Endang mengingatkan. (*)

loading...
Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]