Waspada! Penjahat Siber Gunakan Virus Corona untuk Sebarkan Malware


Jumat, 20 Maret 2020 - 07:15:15 WIB
Waspada! Penjahat Siber Gunakan Virus Corona untuk Sebarkan Malware ilustrasi Malware

TEKNO, HARIANHALUAN.COM -- Wabah Corona Covid-19 sudah mewabah di dunia, para peretas pun dengan sigap memanfaatkan peluang dan mengambil keuntungan sendiri. Terlebih pada setiap iven dunia atau iven reguler, para peretas selalu menyelipkan uptick dalam obrolan untuk meluncurkan serangan terhadap korban.

Ternyata, pandemi Covid-19 memang benar-benar dimanfaatkan. Beberapa perusahaan cyber security melaporkan uptick dalam serangan terhadap sejumlah target. Semuanya menggunakan pandemi Covid-19 yang tengah merebak sebagai pengait untuk menipu korban-korban mereka agar menjalankan malware.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, pada laporan hari Kamis kemarin disebut bahwa virus corona telah menghasilkan 125.000 kasus yang dikonfirmasi dan 4.613 kematian. FireEye mengatakan pihaknya telah melihat uptick dalam kampanye spearphishing yang ditargetkan dari peretas di Cina, Korea Utara dan Rusia, untuk mengirimkan malware di saat Corona ini menyebar.

Ben Read, seorang manajer senior di unit analisis intelijen FireEye menyebut, semua kampanye yang disaksikannya telah memanfaatkan virus corona sebagai daya tarik untuk mengkompromikan komputer korban mereka. Recorded Future juga telah mengamati sejumlah penjahat dunia maya yang menggunakan virus corona untuk menyebarkan sejumlah jenis malware yang berbeda terhadap target di AS, Eropa dan Iran - tiga wilayah yang paling terpengaruh oleh wabah Covid-19 di luar Tiongkok, tempat virus corona baru pertama kali muncul.

Para peneliti menemukan bahwa beberapa kampanye ini meniru organisasi "terpercaya" seperti Organisasi Kesehatan Dunia dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S AS untuk menginfeksi korban mereka. Dan Check Point, yang bulan lalu menemukan sejumlah kampanye disinformasi bertema virus corona.

Sekarang pun telah ditemukan kampanye malware baru yang meningkatkan ketakutan wabah untuk secara diam-diam yakni dengan menginstal trojan akses jarak jauh yang kuat yang dirancang untuk mengambil kendali penuh atas komputer korban. Tapi, para peneliti mengatakan bahwa penyerang tidak hanya menggunakan virus corona sebagai kedok untuk menyebarkan malware.

Perusahaan keamanan email Agari mengatakan kepada TechCrunch memiliki bukti tentang apa yang tampaknya menjadi kasus pertama serangan kompromi email bisnis bertema virus corona, yang dirancang untuk mengelabui bisnis agar menyerahkan uang. Sementara Agari mengatakan telah melihat beberapa email terkait virus corona yang digunakan untuk mengirimkan spam, mencuri kredensial dan menginfeksi korban dengan malware.

Bank yang berbeda adalah akun bagal yang berbasis di Hong Kong, kata peneliti Agari. Ketika pemerintah dan perusahaan berebut untuk menampung pandemi, peneliti keamanan berusaha untuk lebih memahami dan mendeteksi lonjakan malware saat ini. Dan selama ancaman dari virus corona tetap ada, demikian juga risiko dari peretas. (*)

 Sumber : Teknologi.id /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM