Gareth Bale, Sang Pahlawan yang Kehilangan Jati Diri


Jumat, 20 Maret 2020 - 09:28:20 WIB
Gareth Bale, Sang Pahlawan yang Kehilangan Jati Diri Gareth Bale

MADRID, HARIANHALUAN.COM -- Gareth Bale kini hanya pesakitan di Real Madrid. Kehadirannya seolah tak lagi dianggap pihak klub. Namun, menengok ke belakang, tepatnya pada musim 2012/2013, Gareth Bale adalah pemain yang sangat brilian. Gareth Bale mengawali karir sepak bolanya di Southampton, seperti Theo Walcott, Alan Shearer dan Luke Shaw. 

Dia kemudian pindah ke Tottenham pada musim 2007/2008 pada usia yang sangat muda. Gareth Bale baru berusia 17 tahun saat Tottenham membelinya dengan harga 17 juta euro. Ketika itu, nama Gareth Bale sempat masuk dalam daftar belanja Manchester United. Gareth Bale dianggap sebagai calon penerus Ryan Giggs.

Pada awal karirnya, Gareth Bale bermain di posisi bek sayap. Namun, sejak pindah ke Tottenham, dia lebih sering bermain sebagai winger. Bahkan, dalam situasi tertentu, Gareth Bale bisa menjadi penyerang bagi Tottenham. Karir Gareth Bale bersama Tottenham berkembang dengan sangat bagus. Dari musim ke musim, permainannya terus membaik. 

Apalagi, dia didukung para pemain top seperti Luka Modric dan Rafael van den Vart. Musim terbaik Gareth Bale bersama klub London Utara terjadi pada musim 2012/2013. Saat itu, Gareth Bale sudah sepenuhnya bertransformasi sebagai winger handal yang menjadi mesin gol. Gareth Bale punya skill yang lengkap.

Pada ajang Premier League musim 2012/2013, Gareth Bale mampu mencetak 21 gol. Gareth Bale pun mendapat gelar PFA Players' Player of the Year dan Young Player of the Year. Cristiano Ronaldo meraih kedua gelar itu pada 2007. Pada musim terakhir, Gareth Bale juga bermain di Liga Europa. Dia mampu mencetak tiga gol untuk Tottenham. Hanya saja, tidak ada gelar juara yang diberikan pemain asal Wales itu untuk The Lily White.

Performa apik Gareth Bale membuat Real Madrid tidak kuasa untuk membayar mahal demi membawanya ke Bernabeu. Los Blancos harus membayar 100 juta euro dan Gareth Bale menjadi pemain termahal di dunia pada tahun 2013. Bersama Real Madrid, karir Gareth Bale tidak mampu mencapai level puncak. 

Pada musim 2015/2016, dia mampu mencetak 19 gol di La Liga. Namun, performanya masih jauh di bawah aksi Cristiano Ronaldo yang menjadi bintang utama. Selain cedera, masalah adaptasi diduga menjadi kendala bagi Gareth Bale di Real Madrid. Dia tidak mau belajar bahasa Spanyol dan jarang bergaul dengan pemain Real Madrid lainnya.

Gareth Bale memang meraih banyak gelar untuk Real Madrid. Dia juga menjadi bintang di final Liga Champions 2017/2018. Namun, dia selalu dianggap belum sesuai harapan Real Madrid. Kini, nasib Gareth Bale berada di ujung tanduk. Real Madrid disebut siap melepasnya pada musim depan. (*)

loading...
 Sumber : Bola.net /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]