Ampun Pa..! Kisah Pilu Balita yang Dianiaya Hingga Tewas di Bukittinggi


Jumat, 20 Maret 2020 - 18:13:11 WIB
Ampun Pa..! Kisah Pilu Balita yang Dianiaya Hingga Tewas di Bukittinggi ilustrasi penganiayaan anak.

Biadab! Ini mungkin kata yang pantas disematkan kepada dua orangtua di Bukittinggi ini. Betapa tidak, seorang balita yang belum mengerti apa-apa harus meninggal di tangan ayah kandung, ibu tiri dan bibinya sendiri. Sebelum meninggal, balita 3,5 tahun ini pun mengalami penyiksaan sebelum meregang nyawa di rumah sakit. 

Yursil Masri -- Bukittinggi

Nasib malang balita perempuan bernama Alif (3,5) ini memang mengelitik raga, terutama kalangan orangtua. Entah setan apa yang merasuki perasaan ketiga orang tersangka, sehingga tega menganiaya darah daging mereka sendiri yang seyogyanya dijaga dan dibesarkan dengan kasih sayang.

Hari demi hari, si kecil Alif harus merasakan kesakitan yang teramat dalam. Kesalahan sedikit saja, Alif langsung dipukul dan dibanting. Bahkan, sudah meminta ampun, dia malah terus mendapat perlakuan tersebut. Berkali-kali ucapan "Ampun pa!" keluar dari mulut korban, tapi tetap saja tak menghentikan tindak kekerasan orangtuanya. 

Terlebih ketika Alif ketahuan pipis diatas tempat tidur. Orangtuanya langsung memukul dan menyuruhnya untuk mencuci pakaiannya sendiri. Siksaan yang diterima bocah malang itu sungguh menyayat hati. Rintihan dan erangan atas siksaan yang dialaminya ini juga terdengar ke rumah tetangga, namun apa daya, mereka tak bisa berbuat banyak.

Puncaknya, pada hari Minggu, (15/3/2020) sekitar pukul 12,00 WIB. Bocah perempuan yang tidak berdosa itu meninggal mengenaskan di tangan ayah kandung dan ibu tiri serta adik dari sang ayah yang masih duduk di SMP. Korban sempat dilarikan ke RS Yarsi Bukittinggi oleh Liza Haryati (25), ibu kandungnya, setelah diberitahu oleh sang ayah karena Alif mengalami kejang.

Namun, oleh pihak RS Yarsi Bukittinggi, korban dirujuk RS Achmad Muchtar karena mengalami pendarahan di kepala. Melihat anaknya penuh luka lebam di sekujur tubuh, akhirnya sang ibu melaporkan mantan suaminya itu ke Polres Bukittinggi, Senin (16/3/2020).

Sementara Alif, setelah menjalani perawatan selama lima hari di RSAM, akhirnya meninggal pada Kamis (19/3/2020) sekitar pukul 16,30 WIB sebelum sempat merasakan indahnya kasih sayang dari orangtua. Dari hasil pemeriksaan luar terdapat luka lebam di kepala dan di sekujur tubuh. Diduga, korban dianiaya menggunakan pipa paralon.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso mengatakan, ketiga tersangka telah diamankan di Mapolres Bukittinggi, Kamis (19/3/2020) sekitar pukul 13,00 WIB. Mereka yang diamankan yakni, ayah kandung korban H (24), ibu tiri korban RR (26) dan adik dari H berinisial RY (15) yang berstatus sebagai pelajar SMP.

"Setelah mendapat laporan dari ibu kandung korban pada Senin. Kita langsung jemput bola ke rumah sakit untuk melihat kondisi korban. Selain itu, kita juga ke TKP di Jorong Guguak Tinggi Nagari Guguak Tabek Sarojo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam dan mengumpulkan informasi dari para tetangga," kata Iman kepada wartawan di Mapolres Bukittinggi, Jumat (20/3/2020).

Ayah dan Ibu Korban Bercerai

Kapolres juga menceritakan, ibu kandung dan ayah kandung korban telah bercerai sejak tahun 2017 lalu.  Kemudian, ayah kandung korban (H) kawin lagi dengan seorang janda berinisial RR (ibu tiri korban) pada tahun 2018 dengan membawa adik dari ayah kandung korban berinisial RY untuk tinggal di rumah istri barunya. Sedangkan ibu kandung korban juga telah menikah lagi dengan laki laki lain.

"Pada sidang cerai, keputusan Pengadilan Agama hak asuh anak jatuh ke ibu kandung, namun ayah kandung berkeras untuk membawa korban dan menitipkannya di rumah orang tuanya. Karena orang tua perempuannya meninggal akhirnya korban tinggal bersama ayah kandung dan Ibu tiri korban sejak 6 bulan lalu," terangnya.

Ia menambahkan, jenazah korban saat ini berada di RS. Bayangkara Polri di Padang untuk dilakukan otopsi. Akibat perbuatannya, ketiga pelaku diancam hukuman 15 tahun penjara, sedangkan pelaku dibawah umur akan didampingi oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Bukittinggi. (*)

Reporter : Yursil Masri /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM