Ahli Farmakologi Ungkap Hubungan Kunyit dan Virus Corona


Jumat, 20 Maret 2020 - 22:17:59 WIB
Ahli Farmakologi Ungkap Hubungan Kunyit dan Virus Corona Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Saat ini, tanaman herbal banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai salah satu cara untuk membantu pencegahan infeksi virus corona atau COVID-19. Beberapa tanaman herbal yang umum dikonsumsi oleh masyarakat adalah kunyit dan temulawak.

Dekan Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Daryono Hadi Tjahjono menjelaskan bahwa kunyit (Curcuma longa L) mengandung senyawa metabolit. Senyawa ini merupakan bahan alam berupa kurkumin yang dilaporkan memiliki potensi terapeutik yang beragam seperti antibiotik, antivirus, antioksidan, antikanker, dan untuk penanganan penyakit Alzheimer.

"Kurkumin atau turunannya yaitu kurkuminoid, juga terdapat pada temulawak, jahe, dan tanaman sejenis. Selain senyawa kurkuminoid, terdapat puluhan senyawa kimia lain yang terkandung di dalam tanaman tersebut," kata Daryono dilansir dari laman resmi ITB, Jumat (20/3).

Dia mengatakan, masyarakat secara umum memanfaatkan tanaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaannya pun diklaim aman untuk tubuh. Selain sebagai bumbu masak, tanaman tersebut juga menjadi bahan baku jamu dan obat herbal terstandarkan.

Lebih jauh, Daryono menyebutkan, berbagai penelitian farmakologi telah dilakukan terhadap kurkumin. Namun salah satu yang menjadi perhatian saat ini adalah pengaruh kurkumin terhadap penyembuhan Covid-19. Hal ini diketahui sejak terjadi epidemi penyakit SARS pada 2003 silam.

"Reseptor yang berperan [SARS-CoV-2] adalah angiotensin converting enzyme 2 [ACE2]. ACE2 dapat berada dalam bentuk fixed [menempel di sel] dan soluble [tidak menempel pada sel]. Penelitian terhadap senyawa kurkumin [sebagai senyawa tunggal atau murni] dilaporkan meningkatkan ACE2 pada hewan uji tikus, namun belum ada studi hubungan langsung terhadap infeksi virus corona," ujarnya.

Agar keperluan terapi menggunakan kurkumin dapat tercapai, Daryono berharap banyak ACE2 yang bebas (soluble). Kondisi itu akan mencegah virus corona menempel pada sel, yang secara langsung akan mencegah terjadinya infeksi.

Dia juga menjelaskan, secara empiris gabungan kandungan senyawa kimia dari tanaman tersebut bermanfaat sebagai imunomodulator untuk menjaga daya tahan tubuh. Efek farmakologi gabungan senyawa kimia dalam tanaman tersebut tentu bisa berbeda dengan efek farmakologi senyawa kurkumin secara tunggal.

Dalam kaitannya dengan COVID-19, penggunaan tanaman tersebut, baik secara tunggal maupun gabungannya, bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh sebagai imunomodulator. Oleh karena itu, pemanfaatan kunyit, temulawak atau jahe sebagai jamu, obat herbal terstandarkan, atau suplemen minuman adalah aman.

"Manfaat kurkumin terhadap penyembuhan COVID-19 tentu masih memerlukan pembuktian melalui penelitian lanjutan. Diperlukan kerja keras dari berbagai pihak seperti peneliti, industri farmasi, dan pemerintah Indonesia dalam pengembangan tanaman-tanaman tersebut hingga menjadi obat fitofarmaka sebagai antivirus terhadap COVID-19," kata Daryono.(*)

 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM