Nekat 'Kabur' dari Karantina, Seorang Karyawan Kena PHK


Sabtu, 21 Maret 2020 - 02:06:43 WIB
Nekat 'Kabur' dari Karantina, Seorang Karyawan Kena PHK Seorang warga negara Australia yang bekerja di Beijing, China, dipecat oleh perusahaannya karena melanggar aturan karantina terkait virus corona yang berlaku di sana. (STR / AFP)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Seorang warga negara Australia yang bekerja di Beijing, China, dipecat oleh perusahaan karena melanggar aturan karantina terkait virus corona yang berlaku di sana.

Dilansir dari CNN, Sabtu (21/3/2020), wanita itu disebut melanggar aturan karantina karena nekat keluar rumah untuk melakukan joging. Padahal, menurut peraturan yang berlaku di Beijing, seluruh pendatang dari luar negeri wajib menjalani karantina selama 14 hari dan dilarang keluar.

Wanita berusia 47 tahun itu diketahui bekerja untuk Bayer, perusahaan farmasi asal Jerman, yang ada di China. Pihak perusahaan pun mengonfirmasi status karyawannya tersebut lewat sebuah pernyataan yang disampaikan di platform media sosial Weibo.

"Menurut aturan yang berlaku, perusahaan telah memutuskan untuk memecat karyawan tersebut, dengan segera," kata Bayer China dalam pernyataan resmi, seperti dikutip CNN.

Mereka menegaskan bahwa semua karyawannya harus benar-benar mematuhi berbagai kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah daerah untuk memerangi wabah virus corona (Covid-19), serta hukum dan peraturan setempat.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat dua orang petugas kepolisian yang mendatangi apartemen wanita itu dan mengatakan kepadanya untuk mematuhi aturan karantina setelah kembali dari luar negeri.

"Tidak peduli (jika) Anda orang Cina atau orang asing, Anda harus mematuhi hukum Republik Rakyat China. Ini untuk melindungi diri Anda dan juga orang lain," kata salah seorang petugas dalam video.

Kantor kepolisian setempat melaporkan, wanita berdarah China itu baru kembali ke Beijing pada 14 Maret lalu dan pergi keluar tanpa menggunakan masker di hari berikutnya.

Mereka kemudian menyampaikan bahwa lembaga imigrasi setempat telah mencabut visa kerja wanita tersebut, dan memintanya untuk meninggalkan China.

"Saat ini, epidemi mempercepat penyebaran ke luar negeri, dan mencegah kasus-kasus di luar negeri (kembali ke China) telah menjadi prioritas di antara prioritas kami dalam upaya pencegahan dan pengendalian epidemi," kata wakil kepala kepolisian setempat, Pan Xuhong. (*)

 Sumber : CNN /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]