Pengurus BWI Sawahlunto Dilantik, Ini Harapan BWI Sumatra Barat


Sabtu, 21 Maret 2020 - 09:48:16 WIB
Pengurus BWI Sawahlunto Dilantik, Ini Harapan BWI Sumatra Barat Foto bersama Ketua BWI Sumbar Japeri bersama walikota dan wawako serta perwakilan pengurus BWI Sawahlunto usai pelantikan, Kamis (19/3/20). RIKI YUHERMAN

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM -  Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Sumatra Barat, Drs. H. Japeri mengukuhkan perwakilan pengurus BWI Kota Sawahlunto periode 2019-2020, di Balaikota Sawahlunto, Kamis kemarin. Dalam kesempatan itu Japeri mengimbau, pengurus BWI Sawahlunto untuk dapat membuktikan hasil kinerja dan meyakinkan masyarakat masyarakat tentang pentingnya wakaf.

"Regulasi wakaf sudah memadai, tidak hanya dalil agama, tapi juga sudah diatur dalam Undang - undang perwakafan," ujarnya.

Wakaf, sebut Japeri, berbeda dengan zakat, kalau zakat harus dihabiskan untuk dibagikan kepada Asnaf yang delapan. Sementara wakaf, hanya boleh diambil manfaatnya untuk orang yang membutuhkan, sedangkan harta pokok tidak boleh hilang, susut atau habis.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Idris Nazar mengungkapkan, proses pembentukan perwakilan pengurus BWI Sawahlunto telah dilakukan melalui beberapa pertemuan di 2019. Pengurus yang dilantik, sebutnya, dinilai telah memenuhi persyaratan.

Idris menyebutkan, BWI merupakan lembaga independen bertanggung jawab mengembangkan perwakafan sebagai aset umat. 
"Setelah terbitnya Undang-undang Wakaf Nomor 41 tahun 2004, kewenangan wakaf mutlak oleh BWI, tidak lagi ada di Kemenag termasuk dalam memberikan bimbingan kepada masyarakat. Kemenag sifatnya hanya membina," katanya.

Persoalan wakaf di Sawahlunto lanjut Idris bukan sekedar hal yang dianggap remeh, akan tetapi memiliki potensi luar biasa bagi perekonomian umat. Di samping itu, wakaf juga memiliki peran dalam meningkatkan sistem dakwah serta menjaga harkat martabat umat.

Sementara Walikota Sawahlunto Deri Asta berharap, BWI bisa lebih memperbanyak wakaf dengan menggaet seluruh lapisan masyarakat, serta dapat merubah pola pikir masyarakat mengenai pengelolaan harta wakaf itu sendiri.

"Perlu rasanya pola pikir masyarakat tentang wakaf saat ini untuk dibenahi sebab, sebagian masyarakat masih beranggapan wakaf hanya berkaitan dengan masalah tanah. Kalau dulu wakaf hanya sebatas urusan tanah, namun sekarang sudah lebih luas lagi. Wakaf itu baik, namun tidak akan terwujud kalau tidak diurus dengan baik," tuturnya.(*)
 

loading...
Reporter : Riki Yuherman /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]