Sempat 'Rontok', IHSG Kembali Bangkit ke Teritori Positif


Sabtu, 21 Maret 2020 - 13:11:40 WIB
Sempat 'Rontok', IHSG Kembali Bangkit ke Teritori Positif Ilustrasi/bisnis.com

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Setelah selama empat hari berturut-turut dihajar penurunan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di teritori positif, pada Jumat (21/3/2020) kemarin.

Pada perdagangan sesi pertama, IHSG sempat turun ke level 3.918. Namun mulai bergerak naik pada pukul 10.00 WIB. Hingga penutupan sesi pertama pukul 11.30 WIB bertengger di level 4.034,98.

Memasuki sesi perdagangan kedua, pergerakan terus berlanjut. Pergerakan cenderung menguat dan berhasil masuk ke zona hijau pada pukul 14.07 WIB.

Puncaknya pada pukul 14.50, IHSG berada di angka 4.238. Hingga penutupan sesi 2 perdagangan saham pada hari terakhir pekan ini, IHSG bertahan di zona hijau.

Adapun sejumlah saham yang berkontribusi mendorong IHSG masuk ke zona hijau adalah:

TLKM +9,9%
HMSP +16,5%
UNVR +10,2%
GGRM +20,0%
BBCA +1,8%

Sementara, saham-saham yang menahan laju IHSG di akhir sesi adalah:

BMRI -6,9%
BBRI -4,1%
BBNI -6,9%
ASII -2,1%
MDKA -6,3%

Sejauh ini, IHSG masih minus 33,41 persen sejak awal tahun 2020. Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Kepala perwakilannya di Sumbar, Early Saputra menerangkan, penurunan ini tidak hanya dialami Indonesia.

“36 Bursa Utama Dunia anggota World Federation of Exchange (WFE) juga mengalami hal yang sama, Composite Index mereka diterjang isu COVID-19 dan penurunan harga minyak dunia,” kata Early, Sabtu (21/3/2020).

Sementara itu  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengakui pasar modal masih mengalami tekanan akibat dampak COVID-19.

“Untuk kondisi di Pasar Modal, bursa saham Indonesia masih dalam keadaan tertekan akibat sentimen negatif penyebaran virus Corona. Masyarakat tidak perlu khawatir mengingat fundamental ekonomi Indonesia masih bagus,” katanya.

Wimboh menyebutkan, OJK telah menerapkan berbagai instrumen kebijakan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Diantara kebijakan tersebut seperti pelarangan short selling dan pemberlakuan auto rejection serta halt trading.

“OJK juga telah melonggarkan batas waktu penyampaian laporan dan pelaksanaan RUPS bagi pelaku industri pasar modal. Kemudian juga memberikan kemudahan melakukan buy back saham tanpa melakukan RUPS terlebih dahulu,” tandasnya. (*)

Reporter : Milna /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM