Percepat Penanganan Virus Covid-19, Mulyadi Desak Presiden Distribusikan Alat Rapid Test


Sabtu, 21 Maret 2020 - 20:35:53 WIB
Percepat Penanganan Virus Covid-19, Mulyadi Desak Presiden Distribusikan Alat Rapid Test Mulyadi

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Anggota DPR RI Mulyadi mendesak Presiden RI Joko Widodo untuk mempercepat distribusi alat Rapid Test virus Covid-19 atau corona ke setiap daerah. Hal ini bertujuan agar penyebaran virus tersebut dapat terdeteksi dalam waktu singkat.

"Saya meminta pemerintah pusat untuk segera mengirim alat Rapid Test Corona ke daerah-daerah, khususnya RS rujukan yang ada di setiap provinsi dan kabupaten/kota," tutur Mulyadi.

Calon Gubernur (Cagub) Sumatra Barat Mulyadi yang dikenal merakyat tersebut menjelaskan alat yang ada di setiap RS rujukan virus Corona saat ini belum memadai. Bahkan masih terdapat RS yang hanya memiliki ruang isloasi saja untuk pasien suspect corona.

Seperti halnya di daerah Bukittinggi, Sumbar, berdasarkan informasi yang dimiliki oleh Mulyadi, terdapat 8 pasien suspect corona yang baru mendapatkan tindakan isolasi. Hingga kini, baik pasien maupun pihak RS belum dapat memastikan apakah positif atau negatif virus corona. Tentu saja hal ini disebabkan oleh peralatan tes yang belum memadai.

"Alat yang ada di RS saat ini masih sangat terbatas, pihak RS hanya menyediakan ruangan isolasi namun belum bisa melakukan tes apakah pasien mengidap corona atau tidak," kata dia.

"Di daerah Bukittinggi saya mendapatkan informasi kalau ada 8 pasien suspect corona namun tindakan yang diambil baru tindakan isolasi, situasi seperti ini tentunya tidak menguntungkan," imbuh Mulyadi.

Oleh karenanya, Anggota Komisi III DPR RI Mulyadi menegaskan agar pemerintah pusat bergerak cepat dalam mengambil tindakan. Ia mendorong agar alat maupun obat yang telah dimiliki oleh pemerintah pusat untuk menghadapi virus corona segera untuk didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia khususnya Sumbar.

Ia juga menambahkan penyebaran alat dan obat penanganan corona hingga ke puskesmas setelah kebutuhan RS rujukan terpenuhi.

"Sikap cepat tanggap dalam situasi darurat seperti ini sesuatu yangg memang harus dilakukan seorang Presiden. Lebih baik berpikir antisipatif daripada bertindak setelah banyak yang terjangkit. Penyebaran alat dan obat juga harus menyentuh puskesmas setelah kebutuhan RS terpenuhi," ujar Mulyadi.

"Semoga obat Avigan dan Klorokuin yang dipesan Presiden Jokowi betul-betul efektif untuk penyembuhan masyarakat yang terinfeksi virus corona walaupun belum memenuhi standar WHO," sambungnya.

Di samping itu mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Mulyadi mengatakan pemerintah pusat harus berkaca pada sikap pemerintah Turki dalam menghadapi pandemi corona. Dijelaskannya, pemerintah Turki menyediakan dana sekira Rp. 257.7 triliun untuk melindungi masyarakat dari pandemi virus.

Dana tersebut digunkan untuk menanggung pembiayaan dana asuransi kesehatan seluruh masyarakat Turki hingga bulan Juni, menambah gaji para pensiunan, menurunkan pajak transportasi umum dan pribadi hingga 1 persen dan membayar hutang pedagang dan pengusaha yang usahanya terhambat karena corona selama 3 bulan kedepan.

Tak hanya itu, pemerintah Turki juga menyediakan disinfektan, alkohol, hand sanitizer dan masker dalam jumlah besar. Layanan penyemprotan disinfektan juga disediakan untuk tempat-tempat umum seperti sekolah, tempat ibadah, restoran, jalan dan taman tanpa pungutan biaya. 

Untuk petugas medis disedikan kenaikan gaji dan makanan kaya akan gizi dalam 3 kali sehari. Sistem penggajian pun dan penyebaran perlengkapan untuk pencegahan virus dilakukan secara door to door, dengan kata lain akan langsung diantar ke tempat tujuan. 

Bagi para lansia diberikan tas perlengkapan yang berisi alkohol, masker, hand sanitizer dan disinfektan secara gratis. 

"Turki memberikan contoh positif, pemerintah cepat mengambil langkah pencegahan dan sangat total menurut saya dalam melindungi warganya dari penyebaran virus corona. Seperti yang saya bilang sebelumnya, lebih baik antisipatif dari pada bertindak setelah banyak yang terjangkit," jelas Mulyadi.

Terakhir, calon pemimpin Sumbar Mulyadi menyatakan masyarakat tidak perlu panik dalam menghadapi pandemi virus corona. Ia mengimbau masyarakat untuk secara disipilin mengikuti protokol pencegahan penyebaran virus tersebut.

Tak lupa ia mengajak masyarakat terus berdoa agar pandemi virus corona dapat segera berlalu.

"Masyarakat tidak perlu panik, pemcegahan dapat kita lakukan dengan membatasi kegiatan di luar ruangan dan menjaga kebersihan badan kita. Tidak lupa untuk terus berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT,sehingga wabah penyakit menular ini cepat berlalu. Hanya dengan kehendak dan kekuasaan Allah SWT virus wabah menular ini bisa berlalu," pungkasnya. (h/*)

 Sumber : Rilis /  Editor : Heldi

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]