Mahfud Minta Aparat Tindak Tegas Warga yang Masih Keluyuran


Sabtu, 21 Maret 2020 - 23:24:17 WIB
Mahfud Minta Aparat Tindak Tegas Warga yang Masih Keluyuran Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat keamanan menindak warga yang masih keluyuran atau kumpul-kumpul untuk mencegah penyebaran virus corona.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta aparat keamanan menindak warga yang masih keluyuran atau kumpul-kumpul untuk mencegah penyebaran virus corona.
?
Hal ini merespons imbauan Presiden Joko Widodo agar warga tetap tinggal di rumah guna menekan penyebaran virus corona Covid-19.

"Aparat harus bertindak tegas terhadap mereka yang masih membuat pengumpulan atau kerumunan orang," kata Mahfud melalui akun Instagram Kemenko Polhukam RI, Sabtu (21/3). 
?
Dalam siaran Instagram TV, Mahfud juga meminta agar masyarakat mentaati peraturan pemerintah yakni tak keluar dari rumah dan melakukan social distance atau jaga jarak. 

Sebab, kata dia, semua peraturan ini dikeluarkan untuk mengatur bagaimana menanggulangi dan menghadapi virus corona ini. "Tindakan pemerintah adalah untuk menyelamatkan rakyat dan itu sama dengan menegakkan hukum," kata Mahfud. 
?
Dia menjelaskan, dalam hukum ada sebuah dalil filosofis soal keselamatan rakyat. Dalil itu, kata dia, menjelaskan bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi yang harus dijunjung oleh segenap warga negara. 

"Oleh sebab itu, setiap tindakan pemerintah menyelamatkan rakyat dan segala instruksi yang dikeluarkannya itu harus dianggap merupakan tindakan untuk menegakkan hukum. Dalam rangka menyelamatkan rakyat," ucap dia. 
?
Tak hanya unsur filosofis, Mahfud juga memperkuat pernyataannya dengan unsur keagamaan. Kata dia, hal ini tertuang dalam dalil fikih Islam soal menghadapi bencana. 
?
"Menghadapi bencana, menghindari kerusakan itu harus lebih didahulukan. Itu harus didahulukan daripada meraih keuntungan. Mari kita jaga diri kita masing-masing," kata Mahfud.

Hingga Jumat (20/3), pasien positif virus corona di Indonesia sebanyak 369 orang. Sebanyak 32 orang di antaranya meninggal dunia, dan 17 orang dinyatakan sembuh. (h/*)

 Sumber : CNN Indonesia /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 04 April 2020 - 22:25:44 WIB

    Tegas! Mahfud MD Sebut Tak Ada Pembebasan Napi Koruptor

    Tegas! Mahfud MD Sebut Tak Ada Pembebasan Napi Koruptor JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan hingga saat ini tidak berencana memberi remisi dan pembebasan bersyarat kepada narapidana (napi) korupsi.
  • Rabu, 01 April 2020 - 07:25:59 WIB

    Mahfud MD Tegaskan Tak Ada Darurat Sipil untuk Penanganan Corona

    Mahfud MD Tegaskan Tak Ada Darurat Sipil untuk Penanganan Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD menegaskan, pemerintah tidak menggunakan kebijakan darurat sipil dalam mencegah penyebaran virus corona atau Covid-.
  • Selasa, 10 Maret 2020 - 12:30:39 WIB

    Wah, Mahfud Bantah RUU Omnibus Law untuk Bantu China

    Wah, Mahfud Bantah RUU Omnibus Law untuk Bantu China JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-- Menko Polhukam, Mahfud Md menepis adanya anggapan bahwa omnibus law dibuat untuk pintu masuk negara tertentu masuk ke Indonesia. Mahfud menyebut tak ada urusan omnibus law bagi negara China..
  • Jumat, 06 Maret 2020 - 12:43:42 WIB

    Mahfud Heran, Kenapa TV Memilih Penceramah Karena Faktor Lucu?

    Mahfud Heran, Kenapa TV Memilih Penceramah Karena Faktor Lucu? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, menyoroti sejumlah stasiun televisi yang memilih penceramah bukan karena kedalaman ilmunya..
  • Jumat, 06 Maret 2020 - 05:12:57 WIB

    Mahfud MD Sebut Permintaan Tebusan Abu Sayyaf Bukan Hal Baru, Hanya Beda Angka Saja

    Mahfud MD Sebut Permintaan Tebusan Abu Sayyaf Bukan Hal Baru, Hanya Beda Angka Saja JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut permintaan uang tebusan dari kelompok bersenjata Abu Sayyaf di selatan Filipina usai menyandera WNI m.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM