Meresahkan, Facebook Blokir Iklan Hand Sanitizer dan Test Kit Corona


Ahad, 22 Maret 2020 - 07:17:55 WIB
Meresahkan, Facebook Blokir Iklan Hand Sanitizer dan Test Kit Corona CEO Twitter Jack Dorsey dan Bos Facebook Mark Zuckerberg. Ist (Getty)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Dua media sosial populer di dunia, Twitter dan Facebook benar-benar memerangi hoaks dan pihak yang mengambil keuntungan secara ilegal atas maraknya kasus virus covid-19 atau corona.

Dikutip dari teknologi.id (Haluan Media Group), Minggu (22/3/2020), Twitter mengeluarkan kebijakan akan memperketat pemantauan cuitan yang menyesatkan soal corona, sedangkan Facebook melarang orang untuk menjual atau mengiklankan pembersih tangan (hand sanitizer), tisu desinfektan, dan alat penguji covid-19, termasuk sebelumnya masker yang langka di pasaran.

Pada laporan Techcrunch, kebijakan baru Twitter ini melarang tweet yang menolak panduan ahli tentang virus, mendorong perawatan palsu meliputi cara yang tidak efektif, pencegahan dan teknik diagnostik yang salah. Serta tweet yang menyesatkan pengguna dengan berpura-pura berasal dari otoritas kesehatan atau pakar.

Memberitahu pengikut untuk melakukan hal-hal yang tidak efektif atau berbahaya seperti minum pemutih, bahkan jika tweet itu "dibuat bercanda" karena konten itu dapat terbukti berbahaya ketika diambil di luar konteks akan langsung dihapus.

Twitter juga telah melarang tweet yang mendorong pengguna lain untuk berperilaku dengan cara yang bertentangan dengan apa yang direkomendasikan oleh otoritas kesehatan, dengan contoh tweet; "coronavirus adalah penipuan dan tidak nyata - keluarlah dan lindungi bar lokal Anda !!".

Aturan juga akan melarang tweet di mana orang bermain peran layaknya dokter dan membuat klaim seperti "jika Anda memiliki batuk basah, itu bukan virus coronavirus - tetapi batuk kering adalah." 

Pengguna juga tidak akan diizinkan untuk membuat klaim yang cenderung rasis dengan memilih kelompok orang berdasarkan ras atau kebangsaan, seperti mengajak untuk tidak makan di restoran China karena pandemi ini.

Untuk memenuhi tantangan tersebut, Twitter mengatakan telah menerapkan "sistem triage severity konten" sehingga tweet yang paling berpotensi menyesatkan dan lain sebagainya, dapat diidentifikasi dan langsung dihapus.

Twitter juga akan memberi sedikit penekanan dengan menandai akun yang teridentifikasi membuat tweet yang dilarang.
Sementara itu, Rob Leathern, Direktur Manajemen Produk di Facebook, menulis dalam akun Twitter pribadinya bahwa perusahaan akan langsung menghapus postingan di Facebook atau Instagram di mana orang mencoba untuk menjual barang-barang tersebut.

Facebook berharap agar para pedagang tidak mencari keuntungan dari rasa takut orang terhadap pandemi ini, seperti lonjakan harga karena pasokan barang ditimbun oleh oknum tertentu. "Ini adalah langkah lain untuk membantu melindungi dari kenaikan harga dan perilaku predator yang kita lihat," tulis Leathern di Twitter.

"Kami akan meningkatkan penegakan otomatis kami untuk iklan dan perdagangan minggu depan. Jika kami melihat penyalahgunaan di sekitar produk ini di pos organik, kami juga akan menghapusnya."

Facebook juga mengumumkan dalam blog resminya, bahwa perusahaan akan mengirim pekerja kontrak ke rumah orang untuk meninjau produk layanan yang ia jual di Facebook.

Perusahaan mengatakan karena itu termasuk orang-orang yang meninjau iklan dan konten yang dimonetisasi. Hal ini dilakukan agar bisa mempercepat pekerjaan untuk meninjau kelayakan barang atau konten layanan yan ingin dipasang.

"Itu akan menghasilkan peninjauan yang tertunda untuk iklan dan daftar perdagangan, peningkatan iklan yang ditolak secara tidak benar, penundaan atau pengurangan banding dan terbatasnya ketersediaan iklan video Facebook dan pengiriman yang lebih rendah," kata Facebook. (*)

 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Milna

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]