IDI Akui Kekurangan APD untuk Tangani Pasien Corona


Ahad, 22 Maret 2020 - 13:59:29 WIB
IDI Akui Kekurangan APD untuk Tangani Pasien Corona Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Dokter Pandu Riono dalam akun twitter resminya mengatakan meninggalnya dokter Djoko Judodjoko akibat terinveksinya corona atau COVID-19 karena sulitnya alat pelindung Diri (APD). Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor, mengakui kurangnya APD dalam tangani COVID-19.

"Sekarang mengenai APD tenaga medis, sebenarnya mau jujur sih kurang optimal ya, kalau kita lihat itu perlengkapan untuk alat perlindungan diri memang kurang memadai.  Tapi kita bilang kekurangan tidak juga, maksudnya, mungkin faktor lain frekuensi kunjungan pasien, komplit lah masalah. Kalau dibilang kurang APD enggak juga," kata Ketua IDI Kota Bogor dokter Zainal Arifin, dilansir dari VIVAnews, Minggu 22 Maret 2020.

Baca Juga : Satu Unit Rumah di Agam Dilahap Si Gulambai, Pemilik Rumah Meninggal Terbakar

Lanujut Zainal menjelaskan, faktor lainnya saat ini tenaga medis sudah menerapkan prosedur ketat sejak berada di UGD. Mulai dari pasien yang masuk itu diperiksa seluruh tubuhnya.

"Tetapi kita tidak menutup kemungkinan bahwa memang kurang memadai ya," katanya.

Baca Juga : Jalan Inhu-Kuansing Rusak Parah, Gubernur dan Anggota Dewan Diminta Peduli

Zainal mengungkapkan, semua orang tidak tahu terkait penyebaran COVID-19. Bahkan, menurut dia, penyebadan bisa melalui banyak tempat. Orang yang tertularpun kondisinya bisa terlihat sehat. 

"Sebenernya kita tidak tahu penyebaran virus ini sudah tidak terkontrol di mana-mana, banyak tempat sebenarnya apakah itu di luar dilingkungan, apakah di rumah, bahkan yang terkena kondisinya sehat. Umumnya juga berdasarkan pengamatan kita yang berumur lansian 60-70 tahun dan komplikasi lain rentan perburukan kondisi klinis covid 19 ini dan berakhir pada kematian," imbuh Zainal.

Baca Juga : Gegara Kerap Marahi Ibu, Pemuda Ini Tega Bacok Ayah Kandungnya Hingga Tewas

Sebelumnya, Dokter Pandu dalam akunya twitter resminya menyebut, penyebab meninggalnya dokter Djoko akibat kondisib sulitnya APD. Bahkan ia mengatakan kondisi ini sulit dimaafkan.

"Selamat jalan mas Koko, maafkan saya belum berhasil mendorong agar pemerintah @jokowi serius mengatasi pandemi covid19. Mas terinfeksi karena aktif beri layanan. Banyak petugas kesehatan yang terinfeksi dan pergi, minimnya APD sulit dimaafkan. Tidak cukup bicara, kita semua berbuat," tulis dr Pandu. (*)

Baca Juga : Mengaku Bunuh Istrinya tapi Jasad yang Ditemukan Berusia 1.600 Tahun

 

Editor : Heldi | Sumber : vivanews
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]