Gaikindo Pasrah! Penjualan Mobil Digerus Virus Corona


Ahad, 22 Maret 2020 - 15:21:19 WIB
Gaikindo Pasrah! Penjualan Mobil Digerus Virus Corona Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pasrah bila harus menerima risiko buruk yang ditimbulkan efek wabah virus corona (Covid-19) pada penjualan mobil di dalam negeri.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan siap tidak siap para anggota harus menerima jika penjualan mobil menurun. Menurut Nangoi hal tersebut menjadi risiko bisnis masing-masing merek.

Pada awal tahun Gaikindo menetapkan target penjualan mobil di dalam negeri sebesar 1,05 juta unit atau kira-kira sma seperti 2019. Namun selama dua bulan berjalan penjualan terpantau sudah tertekan, bahkan sebelum pemerintah mengumumkan kasus pertama Covid-19.

Pada Januari hasil penjualan tercatat 80.424 unit, namun hasil pada Februari di bawah rata-rata 80 ribuan unit, yakni 79.572 unit.

Penjualan pada Maret diprediksi bakal turun sebab gejolak yang ditimbulkan kebijakan pemerintah menyangkut penanganan Covid-19. Sejak kasus pasien pertama Covid-19 diumumkan pada awal Maret, pemerintah telah mengimbau bekerja dan sekolah dari rumah, menyetop izin keramaian, dan yang terkini menyarankan jangan mudik.

Dampak awal pada otomotif dalam negeri yakni para merek mengalihkan prosesi peluncuran produk baru yang biasanya mengundang media dan konsumen menjadi virtual. Cara ini dilakukan demi mencegah keramaian yang berisiko penularan Covid-19.

"Dampak penjualan ya kami sudah prediksi bagaimana tahun ini. Anda bisa bayangkan, orang ke mal saja berkurang, belanja semakin minim. Apalagi ini beli kendaraan yang bukan serupiah dua rupiah," kata Nangoi saat dihubungi, Jumat (20/3).

"Ya otomatis tentu ada gangguan. Jadinya penjualan memang turun tapi kami bisa menerima," kata Nangoi kemudian.

Imbauan Tak Mudik

Imbauan jangan mudik pada momen Lebaran tahun ini yang dilontarkan Wakil Presiden Ma'ruf Amin terasa sebagai ganjalan lagi buat penjualan otomotif pada bulan-bulan ke depan.

Pasalnya, Lebaran biasa jadi saat berbagai merek gencar mempromosikan penjualan karena umumnya minat beli lagi tinggi sebab ada Tunjangan Hari Raya dan peningkatan kebutuhan kendaraan buat mudik.

Nangoi menilai penjualan mobil yang terdampak Covid-19 itu wajar. Di China, negara awal mula penyebaran Covid-19 juga mengalami hal serupa. Kata Nangoi penjualan mobil di negeri tirai bambu pada Februari 2020 anjlok 90 persen.

"Karena kalau China Februari saja turun sampai 90 persen, tapi ya mau apa. Ya ini kan bencana seluruh dunia ya sekarang," ujar dia.

Nangoi berharap wabah Covid-19 bisa segera selesai agar perbaikan kondisi bisa dilakukan semakin cepat, terutama pada sektor ekonomi yang berhubungan dengan penjualan mobil.

"Dan harapan kami cuma satu masalah corona ini segera lewat dan mulai membangun perkembangan ekonomi ya," kata Nangoi. (h.*)

 Sumber : CNN Indonesia /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM