Tiga Obat Ini Disebut Berpotensi Ampuh Atasi Corona


Ahad, 22 Maret 2020 - 19:56:40 WIB
Tiga Obat Ini Disebut Berpotensi Ampuh Atasi Corona ilustrasi Remdesivir

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Hingga sekarang, para ilmuwan di seluruh dunia bekerja keras untuk mengembangkan tes, perawatan, dan vaksin untuk memerangi penyakit dari virus corona atau covid-19 yang kian menjadi pandemi global. Di AS sendiri tengah berusaha menciptakan upaya perawatan yang cepat dan seaman mungkin bagi pasien corona sebagai jembatan dalam menciptakan vaksin. 

Pembuatan vaksin diperkirakan memakan waktu 12 bulan ke depan. Para ahli medis secara umum pun setuju bahwa perawatan yang baik akan dilakukan sebelum adanya vaksin. “Jika pengobatan yang baik muncul, apa pun itu, kami berharap regulator memprioritaskan adanya peninjauan yang cepat,” kata Laura Sutcliffe, analis perawatan kesehatan UBS dalam catatan penelitian dikutip dari Haluan.co (Haluan Media Group).

Hasil konferensi dengan Presiden AS Donald Trump, Komisioner FDA mengonfirmasi bahwa lembaga tersebut sedang mencari obat yang sudah diujicobakan untuk penyakit lain. Ada tiga obat yang menjadi sorotan dalam beberapa hari terakhir diantaranya:

1. Remdesivir buatan Gilead
Obat Remdesivir dikembangkan oleh perusahaan farmasi AS, Gilead Sciences Inc. Obat ini sudah dicoba untuk pengobatan penyakit pernapasan Sindrom Pernafasan Timur Tengah atau MERS (middle east respiratory syndrome) yang juga termasuk jenis coronavirus lainnya, dan pengobatan Ebola.

Saat ini Remdesivir dalam proses uji klinis juga diizinkan digunakan untuk mengobati pasien yang sakit parah ketika tidak ada perawatan lain yang tersedia. Tim riset farmasi dari Credit Suisse mencatat bahwa untuk sementa ini, obat antivirus ini paling canggih, tetapi Credit Suisse menilai ada kekhawatiran tentang persediaan obat ini secara global.

2. Kevzara dari Regeneron
Tak Remdesivir, raksasa bioteknologi asal AS, Regeneron Pharmaceuticals, juga sedang menguji coba obat antivirus Kevzara untuk digunakan melawan covid-19. Kevzara saat ini digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis. Regeneron bersama-sama mengembangkan obat dengan perusahaan perawatan kesehatan Prancis Sanofi. Rheumatoid arthritis merupakan peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri.

3. Chloroquine (hydroxychloroquine)
Chloroquine adalah obat malaria generik yang telah terbukti menjanjikan sebagai obat antivirus melawan covi-19. Perusahaan konglomerasi biosains asal Jerman, Bayer, pada Selasa (17/3/2020) lalu mengumumkan telah menyumbangkan 3 juta tablet Resochin, obat malaria yang terbuat dari Chloroquine atau kloroquin fosfat, kepada pemerintah AS untuk membantu mengatasi virus corona.

Tim farmasi Credit Suisse menilai tantangan terkait penyediaan obat antivirus melawan covid-19 ini adalah proses pembuatan dan stok global, sebelum solusi pamungkasnya yakni vaksin. “Menurut pandangan kami, dengan adanya pandemi global ini, butuh sejumlah besar obat dalam waktu yang sangat singkat. Stok obat, dan pembuatan obat baru tentu membutuhkan waktu berbulan-bulan,” tulis Credit Suisse. (*)

 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM