Harga Sejumlah Bahan Pokok di Pasaman Merangkak Naik


Senin, 23 Maret 2020 - 11:08:44 WIB
Harga Sejumlah Bahan Pokok di Pasaman Merangkak Naik Ilustrasi

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Harga sejumlah kebutuhan harian terpantau mulai mengalami kenaikan pasca ditetapkannya status siaga virus corona di Kabupaten Pasaman.

"Kenaikan yang paling signifikan terasa pada harga gula pasir yang biasanya dijual dengan harga 13 ribu rupiah, saat ini dijual mencapai 20 ribu rupiah pada tingkat pengecer," kata salah seorang pemilik warung kopi, Astuti(52), di Lubuksikaping, Senin (23/03).

Kemudian, lanjutnya, kebutuhan lain yang terpantau mengalami kenaikan harga antara lain harga beras kualitas sedang dengan variasi peningkatan harga setiap jenis berkisar antara dua ribu hingga empat ribu rupiah per kilogramnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang bahan kebutuhan harian rumah tangga, Deswita (34), mengaku sejumlah kenaikan tersebut terjadi karena adanya tindakan menaikkan harga jual sejumlah kebutuhan tersebut pada tingkat agen.

"Contohnya saja bawang putih yang biasanya kami jual dengan harga 40 ribu rupiah perkilogram, saat ini terpaksa kami jual dengan harga mencapai dua kali lipatnya," ungkapnya.

Disamping harga naik, lanjutnya, sejumlah barang tersebut juga sudah mulai sulit diperoleh karena adanya pembatasan jumlah pembelian sehingga pedagang harus menaikkan harga jual demi menjaga sirkulasi jual beli dengan kemungkinan meraih untung yang tipis.

Menanggapi situasi tersebut, legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pasaman dari Fraksi Gerindra, Rahmi Wahidah, mengimbau semua pihak agar menahan diri dan tidak melakukan aksi ambil untung dengan situasi yang terjadi saat ini.

"Kita harus tetap bersama menghadapi tantangan dan ancaman terkait upaya cegah tangkal sebaran virus corona, mari perkuat rasa persaudaraan dan jangan jadikan situasi seperti ini untuk mendapatkan keuntungan pribadi karena ini bencana," imbaunya.

Ia mengingatkan, pihak dinas terkait agar lebih proaktif memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasaran karena jika kenaikan semakin tidak terkendali dikhawatirkan akan memicu masalah lainnya di tengah - tengah situasi tidak menentu yang dirasakan saat ini.

"Saya menilai disamping isu virus corona, kenaikan harga tersebut juga terpicu dengan akan masuknya bulan suci Ramadhan dan biasanya memang sudah menjadi trend tahunan terkait kenaikan harga kebutuhan pokok," jelasnya. (h/*)

Reporter : Rully /  Editor : Heldi

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]