Cegah Corona, Polri Bakal Bubarkan Paksa Kerumunan Massa


Senin, 23 Maret 2020 - 14:21:28 WIB
Cegah Corona, Polri Bakal Bubarkan Paksa Kerumunan Massa Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Aparat kepolisian akan dikerahkan untuk membubarkan kerumunan massa sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektue Jenderal M Iqbal mengatakan tindakan tegas itu bisa dilakukan sesuai dengan Maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis tentang Penanganan Covid-19 yang terbit 19 Maret 2020.

"Kami akan melakukan pembubaran kalau perlu dengan sangat tegas. Namun, persuasif tetap kami kedepankan dahulu," kata Iqbal dalam konferensi pers yang disiarkan di akun instagram @divisihumaspolri, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (23/3).

Pembubaran massa, menurut Iqbal, adalah upaya kepolisian memberikan pengayoman dan perlindungan kepada masyarakat di tengah penyebaran virus corona saat ini.

"Kepolisian Negara Republik Indonesia senantiasa mengacu pada asas keselamatan rakyat, saya ulangi asas keselamatan rakyat yang menjadi hukum tertingginya," ujarnya.

Iqbal menuturkan bagi masyarakat yang tidak mengikuti perintah pembubaran massa bakal dikenakan sanksi pidana.

"Kami menindak secara hukum sesuai Pasal 212, 216, dan 218 KUHP," ucap Iqbal.

Masing-masing beleid pasal tersebut berbunyi.

Pasal 212: Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Pasal 216 ayat (1): Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.

Pasal 218:  Barang siapa pada waktu rakyat datang berkerumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperintah tiga kali oleh atau atas nama penguasa yang berwenang, diancam karena ikut serta perkelompokan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.

Iqbal mengungkapkan sebanyak 460 ribu personel Polri di seluruh Indonesia telah bergerak untuk mulai memberikan imbauan kepada masyarakat soal larangan berkumpul.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Idham Azis menyatakan personel kepolisian bakal menindak tegas pihak yang masih membuat acara dan melibatkan banyak orang di tengah wabah virus corona (Covid-19).

"Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Idham melalui Maklumat yang dikeluarkan 19 Maret 2020. (*)

 Sumber : CNN /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 27 Maret 2020 - 23:23:25 WIB

    Asosiasi Media Kritik Kementerian Luhut Abai Cegah Corona

    Asosiasi Media Kritik Kementerian Luhut Abai Cegah Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) mengkritik langkah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) yang masih menggelar kegiatan peliputan secara tatap muka di t.
  • Rabu, 25 Maret 2020 - 20:33:36 WIB

    Papua Ditutup demi Cegah Corona, Respons Cepat Gubernurnya Dipuji

    Papua Ditutup demi Cegah Corona, Respons Cepat Gubernurnya Dipuji JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Gubernur Papua Lukas Enembe akan menutup akses keluar-masuk Papua mulai besok untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (COVID-19). Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia memuji Gubernur Papua ka.
  • Rabu, 25 Maret 2020 - 17:45:36 WIB

    Kemenag Gelontorkan Dana BOS Madrasah untuk Cegah Corona

    Kemenag Gelontorkan Dana BOS Madrasah untuk Cegah Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Kementerian Agama menganjurkan penggunaan Dana BOS Madrasah atau Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) RA sedapat mungkin digunakan untuk keperluan pencegahan pendemi Covid 19. .
  • Senin, 23 Maret 2020 - 21:02:09 WIB

    Ingat Ya! Bukan Cuma 14 Hari, Jaga Jarak Cegah Corona Dilakukan Hingga 29 Mei

    Ingat Ya! Bukan Cuma 14 Hari, Jaga Jarak Cegah Corona Dilakukan Hingga 29 Mei JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kementerian Pertahanan meminta masyarakat disiplin mengikuti instruksi pemerintah untuk saling menjaga jarak atau social distancing hingga 29 Mei 2020, selama masa darurat bencana. Wakil Menteri Pe.
  • Sabtu, 21 Maret 2020 - 16:36:33 WIB

    Jangan Diborong! Chloroquine Bukan Obat Pencegahan Corona

    Jangan Diborong! Chloroquine Bukan Obat Pencegahan Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -  Pemerintah menegaskan pengadaan obat corona yaitu Avigan dan Chloroquine dalam proses. Khusus obat Chloroquine, pemerintah menegaskan bahwa obat ini bukan obat pencegahan corona tapi justru obat .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM