Cegah Penyebaran Virus Corona di Pessel, KUA Sutera Ikuti Aturan Kemenag


Senin, 23 Maret 2020 - 16:06:10 WIB
Cegah Penyebaran Virus Corona di Pessel, KUA Sutera Ikuti Aturan Kemenag Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Toni Nasrianto, S.Hi.

PAINAN, HARIANHALUAN.COM -- Hingga kini wabah virus corona terus menyebar diberbagai belahan negara dunia. Bahkan, Indonesia juga tercatat sebagai salah satu negara yang terinfeksi Covid-19.

Untuk menekan paparan virus corona, seluruh daerah dihimbau untuk menghentikan kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa hingga batas waktu yang belum ditentukan, termasuk di Kabupaten Pesisir Selatan.

Menindaklanjuti surat edaran yang disampaikan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam terkait pencegahan virus corona, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sutera, Toni Nasrianto menyebutkan, bakal mengikuti aturan Kemenag terkait pedoman tata cara akad nikah untuk menghindari penyebaran Covid-19 yang semakin luas.

"Ya, kami bakal mengikuti peraturan Kemenag soal protokol pencegahan virus corona baik saat akad nikah di balai nikah maupun di luar KUA," ujarnya, Senin (23/3/2020).

Ia menuturkan, sesuai intruksi yang disampaikan Dirjen Bimas Islam terkait akad nikah di KUA meliputi tiga poin, yakni membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah dalam satu ruangan tidak lebih dari 10 orang.

Selanjutnya calon pengantin dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi harus telah membasuh tangan dengan sabun/hand sanitizer dan menggunakan masker. Kemudian petugas, wali nikah dan calon pengantin laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.

Sementara akad nikah di luar KUA, kata Toni, mencakup empat poin pula, yakni ruangan prosesi akad nikah di tempat terbuka atau di ruangan yang berventilasi sehat. Membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah dalam satu ruangan tidak lebih dari 10 orang.

Calon pengantin dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi harus telah membasuh tangan dengan sabun/ hand sanitizer dan menggunakan masker. Petugas, wali nikah dan calon pengantin laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.

"Selain itu, kami meniadakan semua jenis layanan selain administrasi dan pencatatan nikah di KUA. Sebab, berpotensi menjalin kontak dekat serta menciptakan kerumunan massa," ucapnya.

Kendati demikian, ia menyebutkan untuk saat ini di Kabupaten Pesisir Selatan khususnya di Kecamatan Sutera belum ada masyarakat yang terjangkit virus corona atau Covid-19, sehingga prosesi akad nikah tidak ada kendala jika dilaksanakan di balai nikah atau diluar kantor KUA.

"Walaupun sudah kami sosialisasikan, namun yang menjadi kendala apakah masyarakat mampu menerapkan prosesi nikah seperti itu? Sebab, banyak yang belum terbiasa," ucapnya lagi.

Pihaknya mencatat peristiwa nikah di Kecamatan Sutera, pada 2018 sebanyak 476 pasangan. Sementara di 2019 tercatat pada angka 452. Ia mengaku jumlah tersebut menurun bukan karena wabah virus Corona atau Covid-19, namun minimnya pengetahuan masyarakat tentang menikah secara sah menurut aturan undang-undang.

"Ya, tidak ada kaitannya dengan virus corona. Namun, masyarakat masih banyak yang melakukan nikah bawah tangan atau nikah sirih. Sebab, sejak
Januari hingga Februari 2020 ini, masih tercatat 76 pasangan yang melakukan nikah secara sah di kantor KUA Sutera," katanya mengakhiri. (*)

Reporter : Okis /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM