Profesor AS Puji Respons Malaysia Perangi Corona, Bisa Jadi Contoh Negara Lain


Senin, 23 Maret 2020 - 20:05:43 WIB
Profesor AS Puji Respons Malaysia Perangi Corona, Bisa Jadi Contoh Negara Lain Ilustrasi

KUALA LUMPUR, HARIANHALUAN.COM - Seorang akademisi Amerika Serikat menyoroti respons nasional Malaysia dalam memerangi wabah virus corona. Menurutnya, respons Malaysia bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain untuk membantu meratakan kurva pandemi COVID-19.

Hal tersebut disampaikan Jason Hassenstab, seorang profesor neurologi di Washington University, Missouri, Amerika Serikat yang berkunjung ke Malaysia.

Diakuinya kunjungannya ke Malaysia dilakukan pada waktu yang kurang tepat, namun akademisi AS itu memuji respons Malaysia terhadap virus corona. Menurutnya, AS bisa mencontoh langkah-langkah yang diambil Malaysia.

"Saya melihat perbedaan tajam antara Malaysia dan AS. Di Malaysia, kami pergi ke empat kota -- Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Lahad Datu dan Sandakan," ujarnya.

"Pemberlakuan nyata di mana-mana, bahkan di kawasan hutan hujan terpencil tempat kami tinggal," tulisnya dalam serangkaian cuitan di Twitter seperti dilansir media Malaysia, The Star, Senin (23/3/2020).

"Operator telepon seluler mengirimkan pesan mengenai social distancing setiap hari," tulisnya.

Hassenstab memberikan beberapa contoh lain, termasuk pemandangan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) dengan para petugas keamanan memberlakukan social distancing.

"Banner-banner informasi dengan petunjuk visual dan tertulis ada di mana-mana, yang dicetak oleh Kementerian Kesehatan," kata akademisi AS itu.

"Tempat duduk di bandara dibungkus sehingga ada satu kursi kosong di antara setiap kursi yang terbuka," ujarnya.

Semua pekerja bandara, ujar Hassenstab, mengenakan masker, sementara pembersih tangan terlihat di setiap sudut.

"Pemerintah Malaysia punya pesan yang benar-benar konsisten -- Tinggal di rumah, Jaga jarak, Bersihkan tangan Anda -- dan seluruh negeri melakukan itu," katanya.

Dia membandingkan KLIA dengan bandara sibuk lainnya, termasuk di Atlanta, AS, yang menurutnya hanya 5 persen personel kontrol perbatasan dan bea cukai yang mengenakan masker dan sarung tangan.

"Tak ada pembersih tangan selain di sejumlah kamar mandi. Toko-toko tetap buka, bisnis seperti biasa. Orang-orang berkumpul bersama, tak ada pengaturan jarak," ujarnya.

Hassenstab menegaskan masalah COVID-19 bukan hal main-main.

"Orang-orang akan meninggal pada skala yang masiv kecuali langkah-langkah ekstrem diambil. Kita butuh pesan yang jelas dan konsisten untuk benar-benar #Meratakan kurva, dan ini bicara tentang kepemimpinan kita bahwa kita perlu meniru negara-negara lain seperti Malaysia dalam respons nasional kita," tandasnya.(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]