Pilotnya Meninggal Diduga Terpapar Corona? Ini Penjelasan Lion Air


Selasa, 24 Maret 2020 - 07:30:01 WIB
Pilotnya Meninggal Diduga Terpapar Corona? Ini Penjelasan Lion Air ilustrasi Lion Air

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Seorang pria yang diduga adalah pilot Lion Air yang habis menjalankan tugas penerbangan menuju Malaysia, kemudian meninggal dunia dalam perawatan medis di RS Eka Hospital, Tangerang, Banten. Pilot berinisial (SP) tersebut diduga meninggal dunia akibat diduga terpapar virus corona atau virus Corona (Covid-19).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto membenarkan hal tersebut. Namun dia masih enggan membuka banyak informasi mengenai hal itu. "Intinya benar informasi itu," ujar Novie, Senin (23/3/2020) malam dilansir Haluan.co (Haluan Media Group).

Menangggapi hal ini, Lion Air Grup memberikan keterangan terkait dengan meninggalnya salah satu pilot (person in command) Lion Air bernama Capt. Sutopo Putro di salah satu rumah sakit di Tangerang. Lion Air menerima konfirmasi bahwa Capt. Sutopo Putro dinyatakan meninggal dunia kurang lebih pukul 17.50 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) pada Minggu (22/ 03) oleh dokter (tim medis).

"Sampai dengan saat ini, Lion Air belum menerima informasi yang pasti penyebab atas meninggalnya almarhum Capt. Sutopo Putro," kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air, Senin (23/3/2020).

Lion Air menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam atas kepergian salah satu penerbang terbaik yakni Capt. Sutopo Putro. Semoga keluarga dan karib kerabat yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Menurut Danang, Jenazah sudah diserahterimakan kepada pihak keluarga dan telah dimakamkan pada hari yang sama, Minggu (22/3/2020).

Danang menegaskan, Capt. Sutopo Putro memiliki catatan kesehatan, prilaku dan kinerja (performance) yang cukup baik. "Berdasarkan rekam medis, pengecekan kesehatan (medical check-up) terakhir almarhum pada 4 Maret 2020, dimana yang bersangkutan dinyatakan sehat dan laik terbang (fit for flight). Tidak ada catatan yang menunjukkan penggunaan obat-obat terlarang dan narkoba," katanya.

Lion Air Group dalam memperkerjakan karyawan dan awak pesawat, lanjutnya, sudah menjalankan semua protokol kesehatan dan melaksanakan sesuai aturan regulator, salah satunya secara konsisten tetap melakukan pengecekan kesehatan sebelum awak pesawat melakukan tugas terbang.

Menurut ketentuan yang ditetapkan regulator sangat penting, bahwa pemeriksaan kesehatan sebelum penerbangan (pre-flight health check) sangat penting guna menentukan kondisi sehat serta laik terbang (airworthy for flight), agar keselamatan dan keamanan penumpang selama dalam penerbangan terjamin

Terkait dengan wabah yang berlangsung saat ini, Lion Air Group beserta seluruh karyawan turut serta berperan aktif dalam tindakan preventif guna mencegah penyebaran covid-19, antara lain penyemperotan (disinfektan) pesawat yang dioperasikan dan lingkungan kerja, pengecekan suhu tubuh setiap karyawan yang bekerja dan berbagai kampanye keselamatan (safety campaign).

Lion Air tetap berupaya dan berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik dengan senantiasa mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan. Lion Air menyatakan, patuh dan menjalankan kebijakan regulator dan standar prosedur operasi perusahaan serta ketentuan internasional. (*)

 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM