Ngeri! 'Ramalan' Jokowi soal Provinsi Paling Parah Terdampak Corona


Selasa, 24 Maret 2020 - 13:13:59 WIB
Ngeri! 'Ramalan' Jokowi soal Provinsi Paling Parah Terdampak Corona Presiden Joko Widodo

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini menggelar rapat dengan para gubernur, wali kota dan, bupati se-Indonesia. Jokowi memberikan arahan mengenai penanganan penyebaran COVID-19 atau virus corona termasuk dampak yang ditimbulkan.

Tak hanya memberikan arahan, Jokowi juga menyampaikan skenario yang telah dihitung oleh pemerintah mengenai dampak dari COVID-19. Terutama dampak yang timbul dari kebijakan antisipasi penyebaran seperti physical distancing.

"Beberapa skenario juga telah kita hitung, telah kita kalkulasi mengenai prediksi COVID-19 di Indonesia. Bulan April seperti apa, Mei seperti apa, skenario buruk, sedang, ringan seperti apa dan saya kira kita ingin kita berada di skenario yang ringan. Kalau betul-betul sulit dibendung ya paling tidak kita masuk ke skenario sedang, jangan sampai masuk ke skenario yang paling buruk," tuturnya melalui video conference, Selasa (24/3/2020).

Selain itu pemerintah juga menghitung penurunan beberapa faktor ekonomi di provinsi, mulai dari daya tahan hingga penurunan pendapatan. Jokowi menjabarkan provinsi-provinsi dengan penurunan paling dalam berdasarkan kategori profesi.

"Saya berbicara skenario sedang saja. Misalnya untuk buruh NTB kalau skenario sedang akan ada penurunan pendapatan kurang lebih 25%. Karena hitungan kita, kita mampu bertahan Juni-September," terangnya.

Sementara untuk kalangan petani dalam skenario sedang, Jokowi memprediksi paling parah terjadi di Kalimantan Barat. Diperkirakan penurunan pendapatan mencapai 34% dengan daya tahan hingga November 2020.

Untuk sektor UMKM dalam skenario sedang yang paling parah diperkirakan terjadi di Kalimantan Utara. Dengan penurunan pendapatan sampai 36% dan kemampuan bertahannya sampai Agustus-Oktober 2020.

"Untuk sopir angkot dan ojek yang paling berat di Sumatera Utara turunnya sampai 44%, angka-angka seperti ini mohon dikalkulasi secara detail di daerah juga persiapan bantuan sosial (bansos) provinsi kabupaten lewat yang saya sampaikan tadi, realokasi dan refocusing," tutupnya.(*)

 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 25 Maret 2020 - 21:51:58 WIB

    Ngeri! Setelah Wuhan, Indonesia Diprediksi Jadi Episentrum Baru Virus Corona Dunia

    Ngeri! Setelah Wuhan, Indonesia Diprediksi Jadi Episentrum Baru Virus Corona Dunia JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pakar Kesehatan Masyarakat, Ascobat Gani memprediksi Indonesia bakal menjadi episentrum baru virus corona Covid-19, setelah Kota Wuhan, China..
  • Sabtu, 21 Maret 2020 - 18:18:45 WIB

    Ngeri! Satu Keluarga di Bekasi Positif Corona

    Ngeri! Satu Keluarga di Bekasi Positif Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat menyatakan terdapat empat orang yang merupakan satu keluarga berdomisili di Kecamatan Jatisampurna positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Hal itu disampaikan.
  • Ahad, 05 Januari 2020 - 18:28:56 WIB

    Ngeri! Ini Dampak Buat RI Bila Ada World War 3

    Ngeri! Ini Dampak Buat RI Bila Ada World War 3 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Serangan udara Amerika Serikat (AS) menewaskan Komandan Garda Revolusi Iran. Mayor Jenderal Qasem Soleimani, Komandan Pasukan Quds tewas dalam serangan udara AS di Baghdad pada Jumat (3/1) pagi yan.
  • Ahad, 04 Agustus 2019 - 17:49:30 WIB

    Ngeri! Gunung Merapi  Kembali Luncurkan Awan Panas

    Ngeri! Gunung Merapi  Kembali Luncurkan Awan Panas SLEMAN, HARIANHALUAN.COM- Awan panas setinggi  1.100 meter kembali meluncur  dari kawah Gunung Merapi Yogjakarta, Minggu sore (4/8/2019).  Awan panas itu meluncur   ke arah hulu Kali Gendol. .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM