Sebut Jokowi Positif Corona, Pria Paruh Baya di Payakumbuh Diamankan Mabes Polri


Selasa, 24 Maret 2020 - 18:26:20 WIB
Sebut Jokowi Positif Corona, Pria Paruh Baya di Payakumbuh Diamankan Mabes Polri ilustrasi hoaks

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Seorang pria paruh baya asal Jawa Tengah ditangkap oleh Polres Payakumbuh di Kelurahan Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur pada Rabu (18/3/2020) lalu dan langsung ditangani oleh Mabes Polri.

Pria berinisial KTK itu dianggap menyebarkan berita bohong alias hoaks di media sosial. Tersangka ini diduga telah menyebarkan isu bahwa Presiden Jokowi terjangkit virus Corona di laman media sosial miliknya.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto membenarkan jika polisi sudah mengamankan tersangka penyebar hoaks. "Dia (tersangka, red) ditangkap karena menyebarkan berita bohong," kata Satake via WhatsApp kepada harianhaluan.com, Selasa (24/3/2020).

Ditambahkannya, saat diperiksa petugas, tersangka ini ternyata beralamat di Kecamatan Kretek, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, diketahui dari KTP-nya. "Dia orang Jawa dan lama tinggal di Payakumbuh. Dia punya usaha pencucian mobil disana," jelas Satake.

Dari penelusuran, dari Agustus 2019 hingga Maret 2020, tersangka ini terpantau sudah membuat 14 postingan di akun Facebook pribadinya bernama Rizal Chanief Young. Rata-rata, postingan tersangka ini mengandung ujaran kebencian dan berita bohong.

Selain menyebar isu Presiden Jokowi terjangkit Corona, tersangka juga menyebarkan isu-isu lain di akun Facebook miliknya. Mulai dari postingannya tentang isu terkait FPI, komunis, isu diskriminasi dan isu lain yang bisa memicu konflik di masyarakat.

Dari tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa handphone yang digunakan tersangka lengkap dengan nomornya. "KTK ini sudah diserahkan ke  Bareskrim Mabes Polri pada Sabtu kemarin," tambahnya.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka diprediksi cukup lama berada di penjara. Dia terancam Pasal 28 Ayat 2 jo Pasal 45 A ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dengan sanksi hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak 1 miliar rupiah. 

Kemudian, Pasal 14 Ayat 2 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan sanksi hukuman penjara setinggi-tingginya 3 tahun.

Lalu, Pasal 16 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 500 juta.

"Kami dari kepolisian selalu mengingatkan agar masyarakat bisa lebih bijak dalam bermedia sosial," kata Satake. (*)

 Sumber : istimewa /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 02 April 2020 - 11:47:27 WIB

    Pernah Positif Covid-19, Mahasiswa Unibraw Sebut Corona Bukan Aib

    Pernah Positif Covid-19, Mahasiswa Unibraw Sebut Corona Bukan Aib MALANG, HARIANHALUAN.COM -  Rhesa H pernah jadi pasien positif covid-19 dan dinyatakan sembuh. Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (Unibraw) itu menyebut corona bukan aib namun wabah yang bisa menyerang siapa saj.
  • Selasa, 17 Maret 2020 - 13:28:00 WIB

    Mirip Pandemi 1918, COVID-19 Disebut Bisa Sembuh dengan Sinar Matahari?

    Mirip Pandemi 1918, COVID-19 Disebut Bisa Sembuh dengan Sinar Matahari? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Virus corona atau COVID-19 kini menjadi subjek percakapan di seluruh dunia. Dan orang-orang terus mencari informasi yang dapat membantu mereka untuk mencegah penyebarannya. .
  • Sabtu, 01 Februari 2020 - 18:49:43 WIB

    Nikita Mirzani Ditahan, Netizen Sebut Dipo Latief Tak Punya Hati

    Nikita Mirzani Ditahan, Netizen Sebut Dipo Latief Tak Punya Hati JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -  Nikita Mirzani saat ini tengah menjalani proses hukum yang menjeratnya atas kasus penganiayaan yang dilaporkan oleh mantan suaminya, Dipo Latief. Akibatnya, Nikita sulit untuk bertemu dengan anak.
  • Jumat, 24 Januari 2020 - 19:01:39 WIB

    Disebut Suspect Corona, Ini Diagnosa Jamaah Umrah yang Dirawat di M Djamil

    Disebut Suspect Corona, Ini Diagnosa Jamaah Umrah yang Dirawat di M Djamil PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Seorang jamaah umrah asal Sumatera Barat diduga terjangkit virus Corona atau wabah pneumonia yang saat ini menjadi sorotan di China. Pasien ini baru memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri kar.
  • Selasa, 14 Januari 2020 - 20:54:43 WIB

    BPK Sebut Kerugian Asabri Bisa Tembus Rp16 Triliun

    BPK Sebut Kerugian Asabri Bisa Tembus Rp16 Triliun JAKARTA, HARIANHALUAN.COM — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan bahwa kerugian investasi yang dialami PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau Asabri disinyalir mencapai Rp10 triliun.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM