Turki Gunakan Obat China untuk Pasien Corona


Selasa, 24 Maret 2020 - 19:42:12 WIB
Turki Gunakan Obat China untuk Pasien Corona Turki mulai menggunakan obat-obatan untuk pasien Covid-19 yang dikirimkan China. (Foto: AP/Claudio Furlan).

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Turki mulai menggunakan obat-obatan yang dikirimkan dari China untuk mengobati pasien yang dinyatakan positif mengidap virus corona.

"Mulai pagi ini, kami menggunakan obat khusus yang digunakan China yang diklaim bisa meningkatkan daya tahan tubuh pasien Covid-19, memangkas waktu perawatan dari 11-12 hari menjadi empat hari," ujar Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca dalam konferensi media, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (24/3/2020).

Koca tidak mengatakan lebih rinci obat yang dimaksud. Namun kemungkinan Turki memberikan obat chloroquine seperti yang digunakan China dan Prancis untuk para pasien positif virus corona.

Peneliti mengatakan jika chloroquine bisa memberikan pengaruh positif bagi pasien Covid-19, kendati mereka sepakat perlu ada penelitian lebih lanjut untuk memastikan obat tersebut aman dan efektif.

Selain mulai menggunakan obat chloroquine, Koca juga mengatakan 50 ribu alat pendeteksi virus corona telah tiba dari China, kemarin Senin (23/3). Rencananya, rapid test virus corona akan dilakukan pada Kamis (26/3) terhadap 300 ribu orang.

Koca mengatakan pemerintah China sepakat untuk berbagi informasi penanganan virus corona kepada Turki untuk memerangi pandemi tersebut.

Turki saat ini mencatat 1.529 kasus dengan 37 orang meninggal dan belum ada pasien yang dinyatakan sembuh total.

Koca mengakui jika virus corona saat ini menyebar dengan cepat di penjuru negeri. Ia mengatakan kurang dari 10 kasus baru tercatat di Provinsi Van yang berbatasan langsung dengan daerah terparah di Iran.

Ia juga membenarkan beberapa petugas medis dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Sementara itu, ia menyebut sekitar 32 ribu tenaga medis turun tangan menangani pasien Covid-19.

Merespons kejadian terkini, pemerintah meminta warga lansia yang berusia 65 tahun ke atas dan mereka yang mengidap penyakit untuk tetap berada di rumah. Sejumlah fasilitas umum ditutup sementara. (*)

 Sumber : CNN /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 16 Maret 2020 - 10:30:14 WIB

    Turki Karantina 10 Ribu Jamaah Umrah dari Arab Saudi

    Turki Karantina 10 Ribu Jamaah Umrah dari Arab Saudi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Turki mengkarantina 10 ribu warganya yang baru kembali dari melaksanakan ibadah umrah di Arab Saudi. Karantina dilakukan sejak para jamaah kembali pada Sabtu (14/3) untuk meminimalisir penyebaran v.
  • Jumat, 06 Maret 2020 - 10:34:28 WIB

    Turki dan Rusia Sepakati Gencatan Senjata di Idlib, Suriah

    Turki dan Rusia Sepakati Gencatan Senjata di Idlib, Suriah JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin kemarin mengumumkan gencatan senjata militer di Idlib setelah pertemuan selama enam jam di Moskow..
  • Selasa, 24 Desember 2019 - 10:26:00 WIB

    Turki dan Rusia Berunding Tentang Suriah

    Turki dan Rusia Berunding Tentang Suriah ANKARA, HARIANHALUAN.COM -- Delegasi Turki sedang berada di Rusia untuk membahas Suriah. Perundingan ini digelar setelah ada laporan serangan yang didukung Rusia telah memaksa puluhan ribu warga Suriah melarikan diri ke arah .
  • Jumat, 22 November 2019 - 07:46:24 WIB

    KAMMI Turki Menghadiri Pertemuan Mahasiswa Internasional dengan Presiden Kashmir

    KAMMI Turki Menghadiri Pertemuan Mahasiswa Internasional dengan Presiden Kashmir ANKARA,HARIANHALIAN.COM– Kashmir telah mengalami krisis politik sejak 5 Agustus 2019, ketika pemerintah India mencabut pasal 370 dalam konstitusinya yang menjamin status otonomi khusus wilayah mayoritas muslim Jammu dan Kas.
  • Selasa, 29 Oktober 2019 - 12:26:26 WIB

    Diduga Terlibat ISIS, Turki Tangkap Puluhan WNA

    Diduga Terlibat ISIS, Turki Tangkap Puluhan WNA ANKARA,HARIANHALUAN.COM-Kepolisian Turki menahan 20 orang yang diduga terkait dalam jaringan ISIS di ibu kota Ankara. Mereka yang ditangkap dalam operasi anti-teror itu merupakan warga negara asing (WNA). .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM