Benarkah Herd Immunity Perlambat Pandemi Corona? Ini Penjelasannya


Selasa, 24 Maret 2020 - 21:37:43 WIB
Benarkah Herd Immunity Perlambat Pandemi Corona? Ini Penjelasannya Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Status pandemi virus coronamembuat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengimbau agar menerapkan herd immunity.

Mendukung ide tersebut, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dalam sebuah acara televisi pun mengatakan bahwa herd immunity mungkin adalah cara yang efektif untuk memperlambat pandemi corona. Lalu, apa herd immunity itu?

Melansir dari Tempo, Selasa (24/3/2020), herd immunity adalah seruan agar masyarakat tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Memang hal tersebut bisa meningkatkan risiko untuk tertular bakteri lebih cepat. Namun tujuannya adalah membuat orang sakit sehingga pada akhirnya mereka justru kebal dengan penyakit tersebut.

Ide ini menuai banyak kontroversi. Alasannya herd immunity kemungkinan bisa membuat miliaran orang terinfeksi virus corona. Ide ini pun diperkirakan dapat meningkatkan risiko kematian. Namun beberapa percobaan nyata telah membuktikan keefektifan herd immunity. Salah satunya adalah wabah penyakit zika di Brazil pada tahun 2015.

Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk itu menyebabkan keresahan karena bisa menciptakan kecacatan pada bayi hingga merenggut nyawa. Namun dua tahun setelahnya, penyakit itu tidak lagi menjadi masalah karena berdasarkan penelitian yang dilakukan lewat sampel darah, ditemukan 63 persen populasi sudah pernah terpapar zika. Para peneliti berspekulasi bahwa kekebalan kawanan telah memecahkan wabah itu.

Memang, ahli penyakit infeksi dari University of Maryland Myron Levine mengatakan bahwa agar seseorang kebal dalam sebuah penyakit, mereka harus terlebih dahulu terinfeksi.

"Karena sistem kekebalan tubuh mereka sudah mengenal struktur bakteri sehingga akan menciptakan antibodi untuk mengalahkannya,” katanya.

Kalau menurut Anda, setujukah bila herd immunity diterapkan saat pandemi corona ini? (*)

loading...
 Sumber : Tempo /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 10 Agustus 2020 - 08:47:21 WIB

    Benarkah Virus Covid-19 akan Melemah Sendiri?

    Benarkah Virus Covid-19 akan Melemah Sendiri? HARIANHALUAN.COM - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan ada kemungkinan virus corona (Covid-19) bisa melemah dengan sendirinya. Hal menurutnya menjadi skenario akhir penanda berakhirnya pandemi corona yang telah mew.
  • Ahad, 09 Agustus 2020 - 12:24:43 WIB

    Hasil Penelitian, Benarkah Pasien Covid-19 Sembuh Alami Gangguan Pendengaran?

    Hasil Penelitian, Benarkah Pasien Covid-19 Sembuh Alami Gangguan Pendengaran? HARIANHALUAN.COM - Audiolog dari University of Manchester menemukan kemampuan mendengar pasien Virus Corona COVID-19 berkurang setelah delapan pekan dipulangkan dari rumah sakit. Masalah itu kemungkinan berlangsung lama setel.
  • Ahad, 02 Agustus 2020 - 19:27:18 WIB

    Benarkah Transplantasi Paru Jadi Pilihan Penyembuhan Pasien Covid-19?

    Benarkah Transplantasi Paru Jadi Pilihan Penyembuhan Pasien Covid-19? HARIANHALUAN.COM - Ankit Bharat, seorang ahli bedah toraks dan direktur bedah dari Northwestern Medicine Lung Transplant Program, mengatakan tidak ada pasien covid-19 yang akan hidup jika transplantasi pru-paru tidak dilakuka.
  • Senin, 27 Juli 2020 - 23:00:25 WIB

    Benarkah Thermo Gun Membahayakan Otak? Simak Penjelasan Guru Besar UGM Ini

    Benarkah Thermo Gun Membahayakan Otak? Simak Penjelasan Guru Besar UGM Ini HARIANHALUAN. COM - Guru Besar Departemen Neurologi FKKMK UGM, Prof. Samekto Wibowo mengatakan, informasi terkait thermo gun bisa membahayakan otak tidak benar. Terlebih, thermo gun sudah lama dipakai bidang medis dan tidak a.
  • Sabtu, 25 Juli 2020 - 12:01:38 WIB

    Benarkah CFD Rentan Tertular Covid-19, Mitos atau Fakta?

    Benarkah CFD Rentan Tertular Covid-19, Mitos atau Fakta? HARIANHALUAN.COM - Spesialis kedokteran olahraga yang juga direktur Slim & Health Sports Center Jakarta, dr Michael Triangto, SpKO menyebutkan, bahwa mengikuti CFD aman karena berada di udara terbuka sehingga tidak memungkink.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]