Muncul Hantavirus Saat Korona Mewabah, Virus Apa Lagi ya?


Selasa, 24 Maret 2020 - 23:38:13 WIB
Muncul Hantavirus Saat Korona Mewabah, Virus Apa Lagi ya? ilustrasi hantavirus

INTERNASIONAL, HARIANHALUAN.COM -- Baru saja berhasil menekan angka penularan Covid-19 yang menelan banyak nyawa, Tiongkok kini kembali dihadapkan dengan virus baru, yakni hantavirus. 

Mengutip Global Times, seorang laki-laki asal provinsi Yunnan, China dilaporkan meninggal dunia setelah didiagnosis positif hantavirus pada Selasa (24/3/2020).  Setelah itu, 32 orang yang berada satu bus dengannya dicek kesehatannya.

Baca Juga : Bantah Soal Vaksinnya Kurang Manjur, China: Cuma Salah Paham

Hantavirus pulmonary syndrome (HPS) atau yang lebih dikenal sebagai hantavirus sebenarnya bukanlah hal yang baru. Penyakit ini pernah mewabah di tahun 1993 di Amerika Serikat. Namun apakah penyakit ini sebenarnya? Akankah separah virus corona yang sedang mewabah sekarang? 

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hantavirus termasuk penyakit zoonosis, yakni ditularkan dari hewan ke manusia. Hewan utama yang menjadi media penyebarannya adalah tikus. 

Baca Juga : Ucapkan Selamat Puasa, Joe Biden Sebut Muslim Telah Memperkaya Amerika

Penularan pada manusia biasa terjadi jika kita melakukan kontak dengan urine, saliva dan kotoran hewan tersebut. Bisa juga melalui daging tikus jika kita tidak sengaja memakannya. Penularan lain juga mungkin terjadi melalui gigitan, tapi tingkat terjangkitnya cukup kecil.

Menurut jurnal Iowa State University, gejala hantavirus baru akan dimulai dua hingga empat minggu setelah pasien terinfeksi. Gejalanya pun mirip seperti flu. Pasien akan mengalami demam hingga 38 derajat celsius, menggigil, sakit kepala, batuk dan nyeri sendi. Sebagian juga melaporkan bahwa mereka mengalami mual, muntah hingga diare. 

Baca Juga : Jepang Akan Buang 1,25 Juta Ton Air Nuklir Fukushima ke Laut

Mungkin gejala di atas terdengar sepele. Namun perlu diketahui bahwa hantavirus bisa menyebabkan komplikasi yang serius. Tingkat kematiannya pun bisa melejit sangat tinggi jika tidak ditangani dengan tepat. 

Orang yang terdiagnosis penyakit hantavirus jenis HPS harus segera mendapatkan penanganan medis. Sebab jika mereka tidak ditangani dengan tepat, kondisi akan memburuk secara drastis.

Baca Juga : Terkuak, Penyebab Peningkatan Kasus Covid-19 di India

Gejala batuk dan sesak napas yang dialami pasien akan menimbulkan pecahnya pembuluh darah di sekitar paru-paru. Ini kemudian membuat organ tersebut terus terisi cairan. Ketika itu terjadi, jantung akan sulit memompa darah. 

Kombinasi semua kondisi tersebut akan menimbulkan syok, kegagalan paru-paru atau jantung, dan kematian. Penyakit ini bahkan bisa membuat seseorang meninggal hanya dalam hitungan jam.

Tidak hanya merusak pernapasan, virus tersebut juga bisa menyerang ginjal. Kondisi tersebut dinamakan haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS). Gejala yang ditimbulkan sama, yang berbeda adalah komplikasinya. 

Jika HPS menyebabkan kegagalan paru-paru, pasien HFRS bisa mengalami gagal ginjal. Ini terjadi karena pecahnya pembuluh darah membuat ginjal tidak mampu bekerja dengan seharusnya. 

Seakan komplikasinya tidak cukup buruk, tingkat kematian yang disebabkan oleh infeksi hantavirus pun cukup tinggi, yakni 30 persen. Ini kurang lebih sepuluh kali lipat jika dibandingkan dengan Covid-19 yang kini sedang mewabah. 

Kabar baiknya, hantavirus tidak bisa menular dari manusia ke manusia. Sumber penularan hanya satu, yaitu kontak dengan tikus. Jadi, penyakit ini tidak akan merebak dengan cepat, terutama di tempat dengan sanitasi yang baik. 

Walaupun kemungkinannya untuk mewabah cukup kecil, tidak ada salahnya untuk tetap waspada dengan virus ini. Cara pencegahan yang paling tepat adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan tinggal. Jangan melakukan kontak apa pun dengan tikus, begitu pula dengan kotoran dan urinenya. 

Kemudian, harus selalu cuci tangan setelah memegang benda-benda yang kotor. Apalagi yang memiliki kemungkinan terkontaminasi oleh kotoran tikus. Dengan begitu, risiko penularan pun dapat diminimalkan. (*)

Editor : Agoes Embun | Sumber : IDN Times
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]