Hampir 2.000 Orang Meninggal Akibat Virus Corona, Iran Tetap Tolak Bantuan Asing


Rabu, 25 Maret 2020 - 09:04:30 WIB
Hampir 2.000 Orang Meninggal Akibat Virus Corona, Iran Tetap Tolak Bantuan Asing Iran menolak bantuan asing untuk menangani virus corona meskipun korban meninggal terus bertambah (Foto: AFP)

TEHERAN, HARIANHALUAN.COM - Iran tetap menolak bantuan dari asing untuk menangani virus corona, meskipun korban meninggal di negara itu terus melonjak. Sejauh ini Covid-19 merenggut hampir 2.000 nyawa di Iran.

Penasihat menteri kesehatan Iran Alireza Vahabzadeh mengatakan, kekuatan di dalam negeri sudah cukup untuk melayani para pasien.

"Mobilisasi nasional Iran yang penuh dalam melawan virus serta penggunaan kapasitas medis angkatan bersenjata menyeluruh, untuk saat ini kami tidak memerlukan tempat tidur rumah sakit dari kekuatan asing. Kehadiran mereka dikesampingkan," kata Alireza, dalam cuitan, seperti dikutip dari AFP, Rabu (25/3/2020).

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpour sebelumnya mengatakan, pada Selasa ada 1.762 kasus terbaru virus corona sehingga totalnya menjadi 24.811 orang.

Dia juga mengumumkan 122 kasus kematian terbaru akibat Covid-19, menambah total jumlah korban meninggal menjadi 1.934 orang. Angka tersebut menempatkan Iran di posisi keempat sebagai negara dengan kasus kematian akibat virus corona tertinggi, di bawah Italia, China, dan Spanyol.

Organisasi independen Dokter Tanpa Batas (MSF) menyatakan, pihaknya mengirim tim dan peralatan untuk mendirikan rumah sakit lapangan bekapasitas 50 tempat tidur. Namun Iran menuduh misi MSF itu akan didompleng oleh mata-mata.

Dalam sebuah pernyataan, MSF mengatakan telah memperoleh izin yang diperlukan dari pihak berwenang Iran, namun dibatalkan. Mereka mengaku tak paham atas penolakan tersebut. Padahal, dua pesawat kargo telah tiba di Teheran membawa peralatan yang diperlukan untuk membangun fasilitas medis itu.

“Tim medis internasional terdiri dari sembilan orang, termasuk dua dokter perawatan intensif, telah tiba di Esfahan, di mana mereka disambut oleh otoritas kesehatan setempat,” bunyi pernyataan MSF.

Namun MSF menegaskan siap untuk bekerja kembali di Iran jika mendapat izin atau mengalihkan sumber daya ke negara lain yang membutuhkan.

Kepala hak asasi manusia (HAM) PBB Michelle Bachelet menyerukan pelonggaran sanksi yang dikenakan kepada negara-negara terdampak corona, seperti Iran. Negara itu berada di bawah sanksi Amerika Serikat terkait program nuklirnya.

"Pada saat genting ini, untuk alasan kesehatan masyarakat global dan untuk mendukung hak serta kehidupan jutaan orang di negara-negara ini, sanksi sektoral harus dikurangi atau ditangguhkan," kata Bachelet.

Dia menegaskan, lebih dari 50 petugas medis Iran meninggal sejak kasus Covid-19 pertama terdeteksi di negara itu 5 pekan lalu. (*)

 Sumber : Inews /  Editor : Heldi

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]