Mulai WFH, Kemenag Minta Siswa Madrasah Tingkatkan Kecakapan Hidup


Rabu, 25 Maret 2020 - 17:54:07 WIB
Mulai WFH, Kemenag Minta Siswa Madrasah Tingkatkan Kecakapan Hidup Foto: Barie

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Pandemi global coronavirus atau Covid-19 yang dihadapi oleh dunia, termasuk Indonesia, memaksa lembaga-lembaga pendidikan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh bagi peserta didiknya. Tak terkecuali, madrasah-madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. 

Terkait hal tersebut, Kementerian Agama meminta madrasah berfokus pada peningkatan kecakapan hidup siswa dalam pemberian tugas selama pembelajaran jarak jauh ini. Hal ini disampaikan Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Kemenag A.Umar, di Jakarta. 

"Belajar dari rumah (work for home) harus lebih menitikberatkan pada pendidikan kecakapan hidup. Misalnya pemahaman mengatasi pandemi Covid-19, penguatan nilai karakter atau akhlak, serta keterampilan beribadah siswa di tengah keluarga," ujar Umar, dikutip dari laman resmi Kemenag RI, Rabu (25/3/2020).

Kata Umar, ini dilakukan, karena belajar dari rumah secara daring bertujuan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.

Aktivitas dan tugas pembelajaran pada masa belajar dari rumah, kata Umar, dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/ketersedeiaan fasilitas belajar di rumah.

"Pemberian tugas pembelajaran wajib mempertimbangkan konsep belajar dari rumah, yaitu sebagai usaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19," tuturnya.

"Oleh karena itu, beban tugas yang diberikan agar dipastikan dapat diselesaikan oleh siswa tanpa keluar rumah dan tetap terjaga kesehatan, serta cukupnya waktu istirahat untuk menunjang daya imunitas siswa," sambungnya.

"Bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah, lalu diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif," tandas Umar.

Umar menambahkan, jangka waktu belajar dari rumah untuk madrasah disesuaikan dengan ketentuan Pemerintah Daerah/ Gubernur setempat, termasuk perubahan perpanjangan masa belajar dari rumah yang menyesuaikan pada kondisi masing-masing daerah. (*)

 Sumber : Kemenag RI /  Editor : Milna

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]