Bantu MBR, PUPR Realisasikan Program Padat Karya Sebesar Rp8,64 T


Rabu, 25 Maret 2020 - 18:25:45 WIB
Bantu MBR, PUPR Realisasikan Program Padat Karya Sebesar Rp8,64 T Ist

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan Program Padat Karya Tunai (cash for work) pada tahun 2020 dengan anggaran sebesar Rp8,64 triliun.

Anggaran tersebut digunakan untuk 7 program, yakni Pembangunan Jembatan Gantung, Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), penataan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan program infrastruktur kerakyatan atau Padat Karya Tunai sangat penting bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Sebab pembangunan infrastruktur padat karya, selain untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, juga bertujuan mengurangi ketimpangan dan kesenjangan pembangunan antar wilayah serta ketimpangan taraf hidup masyarakat dari segi penghasilan.

“Sesuai arahan Presiden tadi saat Ratas, kami akan fokuskan realisasi program Padat Karya Tunai di lingkungan Kementerian PUPR," tegas Menteri Basuki, dikutip dari laman resmi Kementerian PUPR, Rabu (25/3/2020).

Pada 2020 PAMSIMAS akan dilaksanakan di 5.053 desa dengan anggaran Rp 767 miliar, SANIMAS di 1.026 lokasi dengan anggaran Rp 398 miliar, P3TGAI di 6.000 lokasi dengan anggaran Rp 1,350 triliun, dan jembatan gantung 148 unit senilai Rp 710 miliar. KOTAKU di 364 kelurahan dengan anggaran Rp 259 miliar, PISEW di 900 kecamatan dengan anggaran Rp 540 miliar, TPS-3R di 106 lokasi dengan anggaran Rp 79 miliar, peningkatan kualitas rumah swadaya sebanyak 166.000 unit dengan anggaran Rp 3,497 triliun dan pembangunan baru rumah swadaya sebanyak 12.750 unit dengan anggaran Rp 818 miliar.

PAMSIMAS dan SANIMAS merupakan program padat karya yang akan dilaksanakan Ditjen Cipta Karya untuk mendukung pencegahan stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak balita melalui penyediaan sarana prasarana air bersih dan sanitasi. Beberapa kegiatan PAMSIMAS yakni pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru, perluasan dan optimalisasi SPAM eksisting dengan modul sambungan rumah. Sementara beberapa kegiatan SANIMAS yakni prasarana mandi, cuci, kakus (MCK), instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) komunal, IPAL kombinasi dengan MCK, dan sambungan rumah (SR).

Program padat karya selanjutnya dilaksanakan oleh Ditjen Sumber Daya Air adalah P3TGAI yang tersebar di 6.000 lokasi. Program ini bertujuan untuk menyediakan air bagi kawasan perdesaan dengan melakukan perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi kecil (luas kurang dari 150 ha), irigasi tersier, dan/atau irigasi desa yang dilakukan dengan konsep pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)/Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A)/Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Metode pelaksanaan P3TGAI dengan Swakelola - Pola Pemberdayaan – Partisipatif – Padat Karya dengan anggaran Rp 200 juta. Anggaran untuk pembangunan fisik sebesar 87% atau Rp 195 juta dan pendampingan oleh P3A sebesar 13% atau Rp 30 juta sehingga menciptakan penyerapan tenaga kerja.

Saat ini sebanyak 1.075 desa sudah mempersiapkan/memulai kegiatan sosialisasi, dan akan dilanjutkan dengan kegiatan fisiknya mulai awal April 2020.

Selanjutnya adalah KOTAKU yang bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan. Pada 2016-2019 KOTAKU telah mencakup 5.086 kelurahan. Lima komponen kegiatan KOTAKU adalah perbaikan saluran, pembangunan tempat penampungan sampah (TPS), pembangunan jalan lingkungan, penanggulangan kebakaran (jalur evakuasi) dan ruang terbuka hijau (RTH).

Kemudian Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dibawah tanggungjawab Ditjen Perumahan, baik berupa peningkatan kualitas ataupun pembangunan rumah baru. Untuk peningkatan kualitas rumah, masyarakat mendapat bantuan Rp 17,5 juta sementara untuk pembangunan rumah baru sebesar Rp 35 juta. Dengan stimulus ini diharapkan timbulnya prakarsa dan upaya masyarakat dengan menumbuhkembangkan keswadayaan penerima bantuan, karena salah satu prinsip BSPS adalah masyarakat sebagai pelaku utama. (*)

 Sumber : Kementerian PUPR /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 01 Juli 2020 - 15:44:49 WIB

    Tito Minta Bantuan Polri Dukung Pilkada 2020 saat Pandemi

    Tito Minta Bantuan Polri Dukung Pilkada 2020 saat Pandemi HARIANHALUAN.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian meminta Polri mendukung pelaksanaan Pilkada 2020. Pilkada berlangsung di tengah-tengah pandemi, sehingga diharapkan sukses dan aman di t.
  • Senin, 15 Juni 2020 - 12:48:51 WIB

    Pegawai Mandiri Syariah Salurkan 26.600 Paket Bantuan

    Pegawai Mandiri Syariah Salurkan 26.600 Paket Bantuan HARIANHALUAN.COM - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) dan pegawai menyalurkan 26.600 bantuan dalam bentuk paket bahan pangan kepada masyarakat terdampak Covid-19 di seluruh Indonesia..
  • Sabtu, 06 Juni 2020 - 18:57:12 WIB

    Bertahan Saat Pandemi Covid-19, Petani Kopi di Indonesia akan Dibantu Pemerintah

    Bertahan Saat Pandemi Covid-19, Petani Kopi di Indonesia akan Dibantu Pemerintah HARIANHALUAN.COM - Indonesia bertekad akan berjuang membantu petani kopi menghadapi tantangan, terutama dalam masa pandemi Covid-19, pada masa keketuaan di Dewan Organisasi Kopi Internasional (International Coffee Organizatio.
  • Jumat, 29 Mei 2020 - 07:25:32 WIB

    Tak Cuma Sembako, Masih Banyak Jenis Bantuan Pemerintah Selama Covid-19

    Tak Cuma Sembako, Masih Banyak Jenis Bantuan Pemerintah Selama Covid-19 HARIANHALUAN.COM -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah meliris informasi terkait skema pemberian bantuan untuk masyarakat terdampak pandemi virus COVID-19 pada Kamis 28 Mei 2020. Patut dipahami, bahwa terdapa.
  • Kamis, 21 Mei 2020 - 06:58:31 WIB

    Sst! Mahfud MD Diam-diam Suka Bantu 'Bebasin' Orang

    Sst! Mahfud MD Diam-diam Suka Bantu 'Bebasin' Orang HARIANHALUAN.COM -- Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD diam-diam suka membantu melepaskan seseorang yang apabila tidak bersalah melakukan pelanggaran hukum dengan menghubungi langsung Kep.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]