Ada Apa? Ade Armando Tuduh Anies Jahat Tak Punya Rasa Empati


Kamis, 26 Maret 2020 - 01:28:35 WIB
Ada Apa? Ade Armando Tuduh Anies Jahat Tak Punya Rasa Empati Ade Armando

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sengaja membuat warga menderita di tengah pandemi virus corona Covid-19.

Ia berkaca pada kejadian beberapa waktu lalu, ketika para penumpang TransJakarta dan transportasi lainnya panjang mengantre.

Ade menyoroti klaim Anies yang mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sengaja membatasi armada dan jam operasional sejumlah transportasi umum untuk memberikan efek kejut kepada warga.

Namun menurut Ade, kebijakan tersebut justru mencerminkan perilaku jahat. Pernyataan tersebut disampaikan Ade lewat video unggahan kanal YouTub Cokro TV.

"Ia ingin masyarakat terkejut dan menyadari bahwa kondisi itulah adalah keadaan mereka ketika menghadapi virus corona.Ini sepenuhnya jahat. Anies dengan sengaja membuat orang terjebak dalam penderitaan selama berjam-jam pada hari itu," kata Ade.

Sebab menurut Ade, dengan membiarkan antrean penumpang mengular sampai jalan raya, malah memicu penularan virus corona sehingga pemberian efek kejut hanya menambah penderitaan.

Ia lantas menyebut, "Anies memang tidak punya rasa empati sedikit pun.

Ade mengatakan, mestinya Anies berkoordinasi dengan semua perusahan untuk sementara waktu menghentikan usaha bukannya membatasi akses transportasi.

Pasalnya, tidak semua orang bisa bekerja di rumah. Ada yang memang harus bekerja di luar rumah untuk menyambung hidup.

"Kalau Anies mau mewajibkan kantor tutup, jangan hukum karyawannya. Anies harus bicara kepada semua pemilik perusahaan untuk menghentikan usaha mereka," kata Ade.

Tapi bila Anies tidak memiliki kuasa akan hal itu, maka perlu menerapkan strategi lain yang lebih efektif. Kebijakan mengenai pembatasan transportasi umum pada 16 Maret lalu, dinilai belum disosialisasikan dengan baik sebelumnya.

"Pemprov memang sudah mengumumkan soal pengurangan armada tapi tanpa mengingatkan publik apa yang akan terjadi pada 16 Maret lalu. Anies seperti berharap begitu saja dengan pengumuman itu," imbuh Ade.

"Kesannya Anies hanya menghukum mereka yang tidak bermobil dan sebaliknya memberi kemudahan bagi orang bermobil. Jadi kesimpulannya, Anies memang tidak peduli dengan kaum menengah ke bawah," kata Ade, memungkasi. (*)

 Sumber : suara.com /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 05 April 2020 - 09:05:24 WIB

    Ikut Pedoman PSBB, Seluruh Tempat Ibadah Ditutup

    Ikut Pedoman PSBB, Seluruh Tempat Ibadah Ditutup JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto membatasi kegiatan keagamaan, termasuk tempat ibadah seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial.
  • Sabtu, 04 April 2020 - 22:25:44 WIB

    Tegas! Mahfud MD Sebut Tak Ada Pembebasan Napi Koruptor

    Tegas! Mahfud MD Sebut Tak Ada Pembebasan Napi Koruptor JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan hingga saat ini tidak berencana memberi remisi dan pembebasan bersyarat kepada narapidana (napi) korupsi.
  • Kamis, 02 April 2020 - 23:55:55 WIB

    Estimasi BIN: Positif Corona di RI Capai 100 Ribu pada Juli 2020

    Estimasi BIN: Positif Corona di RI Capai 100 Ribu pada Juli 2020 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kepala BNPB Doni Monardo mengungkapkan pemodelan yang dilakukan Badan Intelijen Negara (BIN) mengenai estimasi jumlah kasus positif virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Hasilnya, jumlah positif Co.
  • Kamis, 02 April 2020 - 21:49:10 WIB

    Kepala BNPB Ungkap Kelemahan Indonesia Hadapi Virus Corona

    Kepala BNPB Ungkap Kelemahan Indonesia Hadapi Virus Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal Doni Monardo mengatakan kelemahan Indonesia dalam menghadapi penyebaran virus corona adalah tidak memiliki alat untuk melakukan peme.
  • Kamis, 02 April 2020 - 12:15:22 WIB

    Ada 698 Hotel Tutup Karena Corona, Ribuan Karyawan Dirumahkan

    Ada 698 Hotel Tutup Karena Corona, Ribuan Karyawan Dirumahkan JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Pandemi virus corona atau Covid-19 yang kini menyerang Indonesia telah membuat keterpurukan dalam berbagai sektor, salah satunya perhotelan. Tercatat, ada ratusan hotel yang tutup sementara dalam .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM