Pasaman Belum Tetapkan Bukittinggi Sebagai Daerah Notifikasi Penyebaran COVID-19


Kamis, 26 Maret 2020 - 15:38:18 WIB
Pasaman Belum Tetapkan Bukittinggi Sebagai Daerah Notifikasi Penyebaran COVID-19 Salah seorang petugas melakukan pengecekan suhu tubuh bagi pengendara yang ingin memasuki atau melintasi  wilayah Pasaman di pintu masuk perbatasan daerah itu.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Kordinator Komunikasi publik gugus tugas penanganan Covid-19 Pasaman, William Hutabarat, menegaskan hingga saat ini pihaknya belum menetapkan kawasan Kota Bukittinggi sebagai daerah notifikasi atau peringatan sebaran virus covid-19 atau corona, pasca meninggalnya salah seorang warga kota tersebut akibat terpapar virus pandemi dunia tersebut.

"Saat ini kami masih menunggu keputusan pihak provinsi terkait hal tersebut, namun sejumlah langkah - langkah antisipasi sudah dilakukan mengingat kota tersebut merupakan salah satu destinasi bepergian utama bagi masyarakat Pasaman," ungkapnya, Kamis (26/03).

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 114, Sembuh 92, dan Meninggal Dunia 1 Orang

Salah satunya, lanjut dia, dengan terus melakukan koordinasi aktif ke pihak terkait lainnya serta menguatkan prosedur pencegahan pada pintu masuk daerah itu yang melibatkan unsur paramedis dan petugas keamanan.

Untuk penetapan daerah notifikasi tersebut, lanjutnya, pihaknya masih menunggu keputusan Gubernur Sumatera Barat atau pihak berwenang lebih tinggi yang sudah ditunjuk, dan hingga saat ini yang termasuk daerah notifikasi masih merujuk pada negara-negara yang dinyatakan terpapar virus corona, seperti Malaysia dan lain sebagainya.

Baca Juga : Update Zonasi Covid-19 di Sumbar Minggu Ke-57, Kabupaten 50 Kota Jadi Zona Merah

Terkait adanya potensi masuknya warga Indonesia asal Pasaman dari daerah notifikasi tersebut, jelasnya, hingga saat ini pihak sudah melakukan langkah - langkah pencegahan dengan menetapkan sebanyak 53 orang dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP)  dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan intensif terkait kemungkinan terpapar virus covid -19.

"Seluruhnya ditetapkan sebagai ODP terkait riwayat perjalanannya yang pernah mengunjungi negara - negara yang ditetapkan sebagai daerah notifikasi," kata dia.

Baca Juga : Antisipasi Karhutla, Sumbar akan Tambah Alat Gurdian

Pada kesempatan tersebut, ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi tentang kemungkinan adanya orang yang berpotensi terpapar virus corona baik dari jenis penyakit maupun riwayat perjalanan,agar segera melaporkan ke petugas kepolisian atau petugas ditunjuk lainnya.

"Tetap waspada, jangan panik dan terus jalankan protokol kesehatan yang sudah diinformasikan tentang cegah dan tangkal penyebaran virus corona, " ajaknya

Baca Juga : Kualitas Udara di Sumbar Masih Kategori Sangat Baik

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuksikaping, dr Yong Marzuhaili, mengatakan hingga saat ini belum ada ODP yang terindikasi terjangkit virus corona dan dirujuk ke Rumah Sakit Ahmad Moekhtar Bukittinggi sebagai rumah sakit rujukan.

"Untuk pasien dengan jenis penyakit berbeda memang ada yang dirujuk ke rumah sakit tersebut, namun dipastikan sudah melalui standar protokol penanganan pasien yang sudah ditetapkan untuk menghindari pasien rujukan terpapar virus tersebut," sebutnya.

Ia mengimbau kepada seluruh keluarga pasien yang dirujuk ke rumah sakit tersebut agar mematuhi seluruh imbauan dan arahan yang diberikan oleh petugas medis disana.

"Lakukan isolasi diri secara mandiri dengan tetap menjaga jarak aman selama menunggui keluarganya yang dirawat, beraktifitas seperlunya didalam gedung rumah sakit, tetap memakai masker dan segera melapor jika mengalami demam serta gejala lainnya ke petugas medis setempat," imbaunya. (*)

 

Reporter : Rully | Editor : Heldi
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]