Tak Hiraukan Larangan Pemerintah, Warga Koto VII Sijunjung Ini Nekat Gelar Resepsi Pernikahan


Kamis, 26 Maret 2020 - 15:43:48 WIB
Tak Hiraukan Larangan Pemerintah, Warga Koto VII Sijunjung Ini Nekat Gelar Resepsi Pernikahan Kapolsek Koto VII, Iptu Yulizaherman bersama unsur Forkopimcam Kecamatan Koto VII memberikan arahan dan penjelasan kepada warga yang tetap menggelar resepsi pernikahan ditengah wabah virus Corona atau Covid 19, Kamis (26/3) di Kenagarian Padang Laweh Kecamatan Koto VII. 

SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.COM - Meski sempat dilarang dan diberikan imbauan agar menunda penyelenggaraan resepsi pernikahan lantaran dampak wabah corona, namun warga di Kenagarian Padang Laweh Kecamatan Koto VII nekat tetap menyelenggarakan hajatan, Kamis (26/3).

Aksi nekat warga ini membuat pihak kepolisian Polsek Koto VII bersama Forkopimcam sempat mendatangi resepsi pernikahan tersebut dan memberikan penerangan terkait wabah virus Corona atau Covid 19 kepada pihak keluarga setelah keluarnya maklumat Kapolri bernomor Mak/2/III/2020.

Sempat terjadi perdebatan antara pihak keluarga penyelenggara resepsi pernikahan dengan pihak Kepolisian, TNI dan Forkopimcam saat melakukan sosialisasi terkait penularan dan penyebaran virus Corona. Dengan dalih bahwa sosialisasi terkait pelarangan pelaksanaan resepsi pernikahan tersebut belum sampai ke nagari Padang Laweh, sehingga acara resepsi terlanjur dilaksanakan dan tak bisa dibatalkan.

Kapolsek Koto VII, Iptu Yulizaherman yang dikonfirmasi wartawan membenarkan bahkan sebelumnya pihak dari penyelenggara resepsi tersebut sempat diberitahu pihak kepolisian agar tidak mengadakan atau menunda terlebih dahulu acara resepsi pernikahan. 

“Sosialisasi telah kita lakukan jauh hari sebelumnya bersama unsur forkopimcam di seluruh nagari yang ada di Kecamatan Koto VII, kebetulan hari ini, Kamis (red) jadwal sosialisasi di Kenagarian Padang Laweh bersama unsur Forkopimcam. Saya memohon pada seluruh masyarakat Kecamatan Koto VII agar menunda dan hentikan kegiatan keramaian, termasuk resepsi pernikahan selama masa pandemi virus corona. Ini untuk mencegah penularan atau penyebaran virus corona. Sebab, masyarakat tidak tahu siapa-siapa yang bawa virus corona ke lingkungan sekitar. Sehigga kebiasaan dan adat budaya warga dalam menggelar resepsi pernikahan untuk bisa ditiadakan atau ditunda lebih dahulu,” tegas Kapolsek.

Pihaknya berharap kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk dapat membantu pihak kepolisian, TNI dan pemerintah daerah menyampaikan larangan agar tidak melakukan kegiatan keramaian.

Sementara itu, Kapolres Sijunjung AKBP Driharto S.IK menegaskan bahwa pihak kepolsian akan membubarkan segala bentuk kegiatan keramaian yang dilakukan oleh masyarakat termasuk pesta resepsi pernikahan. Aturan ini diterapkan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) ke daerah Kabupaten Sijunjung. “Bila masyarakat menolak atau melawan aparat, maka Polri akan menindak tegas sesuai dengan Pasal 212, 216 dan 218 KUHP dengan ancaman hukuman satu hingga tujuh tahun kurungan,” tegas kapolres. (h/ogi)

Reporter : ogi /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM