Covid-19 Kian Mewabah, UMKM di Pasaman Terkena Dampaknya


Kamis, 26 Maret 2020 - 15:49:48 WIB
Covid-19 Kian Mewabah, UMKM di Pasaman Terkena Dampaknya Kabid UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pasaman, Yossi Nasution, SE

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Pandemi Virus Korona, mulai memberikan dampak buruk pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pasaman. Jika tidak segera diatasi, sejumlah UMKM akan gulung tikar alias mengalami kebangkrutan. 

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pasaman, Jonneri Masli melalui, Kabid UMKM, Yossi Nasution mengaku, telah menerima berbagai keluhan dari pelaku UMKM yang terdampak wabah virus corona (Covid-19) di daerah itu. Bahkan, kata dia, sejumlah UMKM sudah menutup usahanya.

"Wabah virus korona sangat berdampak sekali terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil menengah (UMKM). Pelaku UMKM, rata-rata sudah merumahkan karyawan, akibat dampak korona," ujarnya, saat ditemui harianhaluan.com, Kamis (26/3).

Ditutupnya sejumlah destinasi wisata di Bukittinggi oleh pemerintah setempat, efek dari Covid-19, menjadikan pelaku UMKM di Pasaman kehilangan pasar. Selama ini, kata dia, Bukittinggi menjadi tujuan utama berbagai produk UMKM di daerah itu di pasarkan. 

"Pasca penutupan objek wisata di Bukittinggi, beberapa waktu lalu, UMKM kita kehilangan pasar utama. Mereka, mengalami sepi orderan dari para pengusaha disana. Imbas Covid-19 ini sangat luar biasa dirasakan UMKM disini," katanya. 

Salah satu UMKM yang sudah menutup usahanya, yakni usaha kipang pulut Ita Bonjol, Nagari Ganggo Hilir, Kecamatan Bonjol. Belasan karyawannya pun terpaksa dirumahkan, karena sepinya pesanan produk kipang dari mitranya disejumlah daerah. 

"Pemiliknya, pak Zainal Abidin, sudah melaporkan bahwa 13 karyawannya sudah dirumahkan. Dua dua pekan lalu. Karena pemasaran produk kipang pulutnya terhenti karena sepinya orderan," tukasnya. 

Pasar yang lesu akibat dampak dari Virus Korona tidak mampu mendongkrak angka penjualan para pelaku bisnis UMKM di daerah itu. Imbasnya pendapatan yang diterima pun tidak sesuai harapan. 

"Ini menyebabkan keseimbangan keuangan perusahaan terganggu. Dampak terburuknya, bisnis yang dijalankan sejak lama bisa saja gulung tikar akibat dana yang ada habis sebelum bisnis tersebut berkembang atau balik modal," katanya.

Mewabahnya Virus Korona, kata dia, juga membuat pelaku UMKM sulit melakukan ekspansi (penjajakan) produk ke lebih banyak daerah lagi. "Sepertinya, pelaku UMKM biasanya baru bisa bergerak untuk mulai proses ekspansi setelah wabah Virus Korona mulai reda," imbuhnya.

Dijelaskan, bahwa UMKM di Kabupaten Pasaman itu saat ini berjumlah 7.500 lebih. Ribuan UMKM ini bergerak dibidang berbagai produk makanan olahan, produk kopi, tenun, songket, kerajinan handycraft, pakaian tradisional dan masih banyak yang lainnya. 

"Untuk menghadapi suasana pelik ini, kami menghimbau para pelaku UMKM harus lebih kreatif, pandai melihat peluang pemasaran, khususnya lewat online, serta harus lebih bijak dalam mengelola usaha," pungkas Yossi. (h/yud)

 

Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM