Pak Jokowi 'Please' Lockdown Wilayah Jabodetabek!


Jumat, 27 Maret 2020 - 12:30:56 WIB
Pak Jokowi 'Please' Lockdown Wilayah Jabodetabek! Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -  Pemerintah Kota Tegal telah mengambil keputusan untuk melakukan lockdwon parsial guna mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 pada Kamis, 26 Maret 2020. Kini, desakan keputusan lockdown wilayah Jaakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pun menggema.

"Lockdown Jabodetabek, please deh, please banget," kata Budayawan Betawi, JJ Rizal melalui Twitter yang dikutip pada Jumat, 27 Maret 2020.

Ia berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) diberikan kekuatan secara lahir dan batin untuk mengambil keputusan menutup sementara wilayah Jabodetabek.

"Semoga Bapak Presiden diberi kekuatan lahir batin buat menyatakan Jabodetabek lockdown. Jika ingin ada bantuan please segera datang," ujarnya.

Kemudian Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon juga berharap pemerintah pusat yang dipimpin oleh Presiden Jokowi segera mengambil keputusan untuk me-lockdwon guna mencegah penyebaran COVID-19. Menurut dia, sekarang solusinya memang cuma satu.

"Mari tinggalkan politik sejenak. Kontestasi masih lama. Kalau ada masukan, kritik dan koreksi semata-mata hanya untuk keselamatan rakyat, keselamatan bangsa. Hentikanlah buzzerp rental, buang-buang waktu saja. Kalau ditanya solusi. Solusinya cuma satu: #LockDownIndonesia atau #lockdownjabodetabek," kata Fadli.

Tegal sudah lockdown

Diketahui, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tegal Johardi mengatakan memang imbauan menjaga jarak melalui social distancing sudah lama dikeluarkan, tapi warga masih tetap banyak yang berkumpul.

"Karenanya kita berlakukan local lockdown. Kebijakan ini untuk mengamankan Kota Tegal dari virus corona," ujarnya.

Menurut dia, kebijakan local lockdown bukan berarti orang luar daerah tidak diperbolehkan masuk ke Kota Tegal. Hanya saja, ada sejumlah pembatasan-pembatasan di beberapa titik.

"Karena memang kondisinya seperti itu, maka harus dibatasi?," ujar dia.

Sementara, jumlah kasus yang positif terpapar virus COVID-19 terus bertambah termasuk korban yang meninggal dunia maupun pasien yang dinyatakan sembuh hingga hari Kamis, 26 Maret 2020.

Juru Bicara Penanganan Corona COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan ada penambahan kasus baru konfirmasi positif sebanyak 103 kasus, sehingga total 893 kasus. Sementara, pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah empat orang sehingga total menjadi 35 orang yang sembuh.

"Ada penambahan kasus meninggal sebanyak 20 orang, sehingga totalnya 78 orang (meninggal dunia)," katanya. (*)

 Sumber : vivanews.com /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 10 April 2020 - 12:00:48 WIB

    Begini Risiko Karantina Wilayah Menurut Pakar: Corona Gelombang Kedua Muncul!

    Begini Risiko Karantina Wilayah Menurut Pakar: Corona Gelombang Kedua Muncul! JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Bila karantina wilayah diterapkan, angka kematian kasus positif COVID-19 diprediksi bakal rendah. Ternyata strategi untuk menanggulangi virus Corona ini punya risiko. Angka kematian memang bisa dit.
  • Kamis, 09 April 2020 - 23:18:20 WIB

    Mulai Besok, Pemko Razia Warga Tak Pakai Masker

    Mulai Besok, Pemko Razia Warga Tak Pakai Masker MEDAN, HARIANHALUAN.COM -- Pemko Medan mewajibkan warganya untuk menggunakan masker saat ke luar rumah. Satpol PP akan diturunkan untuk merazia warga yang keluar tidak menggunakan masker mulai besok..
  • Kamis, 09 April 2020 - 21:02:41 WIB

    Dampak Corona, Kemenag Tunda Seleksi Administrasi Calon Pejabat Eselon II

    Dampak Corona, Kemenag Tunda Seleksi Administrasi Calon Pejabat Eselon II JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Kementerian Agama (Kemenag) resmi menunda pelaksanaan tahapan seleksi administrasi pejabat eselon II. Penundaan ini disebabkan penyebaran virus Corona (COVID-19) yang semakin meningkat..
  • Kamis, 09 April 2020 - 13:23:55 WIB

    Pakar Sebut Corona Bisa Selesai Sebulan, Ini Caranya

    Pakar Sebut Corona Bisa Selesai Sebulan, Ini Caranya JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan wabah virus Corona di Indonesia bisa diakhiri dalam sebulan tanpa lockdown. Syaratnya, semua masyarakat harus.
  • Senin, 06 April 2020 - 23:56:48 WIB

    Langkah Antisipatif Penanganan Dampak Corona ala KKP RI

    Langkah Antisipatif Penanganan Dampak Corona ala KKP RI JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo memastikan jajarannya telah melakukan sejumlah langkah antisipatif untuk percepatan penanganan dampak Covid-19. Di antara langkah-langkah tersebut yakn.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM