Dampak Korona, Usaha Kipang Pulut Ita Bonjol Stop Produksi, Omzet Ratusan Juta Lenyap


Jumat, 27 Maret 2020 - 14:13:38 WIB
Dampak Korona, Usaha Kipang Pulut Ita Bonjol Stop Produksi, Omzet Ratusan Juta Lenyap Toko dan pabrik usaha kipang pulut Ita Bonjol terpaksa berhenti beroperasi. Imbas dari mewabahnya Covid-19 di Indonesia, termasuk di Provinsi Sumatera Barat.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pasaman, mulai terkena dampak buruk akibat pandemi Virus Korona (Covid-19) yang semakin mewabah di Indonesia, termasuk Sumatera Barat.

Salah satunya, Usaha Kipang Pulut Ita Bonjol, di Nagari Ganggo Hilir, Kecamatan Bonjol. Usaha yang dirintis oleh Zainal Abidin (37) sejak empat tahun lalu harus gulung tikar alias bangkrut, karena tidak mampu bertahan ditengah dahsyatnya terjangan virus korona.

"Kami sudah hentikan produksi. Sudah sepuluh hari. Ini dampak lumpuhnya sektor pariwisata di Sumatera Barat dan Indonesia imbas mewabahnya virus korona," tutur Zainal kepada Harianhaluan.com Jumat (27/3/2020).

Situasi pelik ini menyebabkan dirinya terpaksa merumahkan belasan karyawannya sejak beberapa hari lalu. Kebijakan itu ditempuh karena dirinya tidak mampu lagi membayar upah kerja. Sementara omzet penjualan produk kipang pulutnya pun terhenti.

"13 karyawan sudah kami rumahkan. Kini tersisa, 3 karyawan lagi untuk menjaga dan menjual produk kipang yang masih tersisa di toko," ujarnya meratap.

Penghentian operasional usaha kipang pulutnya itu terpaksa dilakukan, karena orderan dari pelanggannya yang tersebar disejumlah daerah tujuan pariwisata di Indonesia sepi, bahkan nyaris tak ada lagi.

"Terpaksa berhenti total, karena orderan dari pelanggan sudah tidak ada lagi. Intinya sekarang kami berhenti berproduksi," ujarnya.

Biasanya, kata dia, orderan produk kipang pulutnya tidak pernah sepi seperti sekarang ini. Dalam sebulan, orderan dari central oleh-oleh di daerah destinasi wisata bisa mencapai puluhan ribu bungkus kipang.

"Sebelumnya, dalam sehari kami bisa memproduksi 1000 bungkus produk kipan pulut aneka rasa. Dalam sebulan, orderan kipang pulut kami bisa mencapai 20.000 bungkus. Dengan omzet penjualan mencapai Rp200 juta per bulan," ujarnya.

Produknya tersebut, kata dia, mengisi seluruh central oleh-oleh di Sumatera Barat, mulai dari Padang, Pesisir Selatan, Pariaman, Bandara, Bukit Tinggi, Batu sangkar, Solok dan Payakumbuh. Produk kipang pulutnya juga menyasar Jakarta, Jogja, Batam hingga Medan.

Sejumlah pelanggan setianya pun, kata dia, mendadak enggan melunasi tagihan produk kipang pulutnya yang masih tersisa. Alasannya, kata dia, pelanggannya mengaku produk kipangnya sudah tak laku dijual lagi.

"Seluruh langganan tidak bayar, rata-rata alasannya sama. Lebih parahnya, seluruh barang yang terkirim di luar propinsi, tidak ada yang jadi uang seribu rupiah pun. Belum lagi seluruh modal sudah habis terpakai untuk menutupi biaya produksi, pembayaran pasokan bahan baku dan gaji karyawannya," katanya.

Dikatakan, bahwa usaha kipang pulutnya memproduksi beraneka rasa kipang, diantaranya rasa original, rasa durian, coklat, balado, dan lainnya. Usaha kipang pulut Ita Bonjol ini dia rintis sejak 14 Februari 2016. (*)

loading...
Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]