Buat yang Ngotot Pulang Kampung, Dengerin Nih Pesan Dokter!


Jumat, 27 Maret 2020 - 16:26:18 WIB
Buat yang Ngotot Pulang Kampung, Dengerin Nih Pesan Dokter! Ilustrasi mudik Lebaran. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Mudik atau pulang ke kampung halaman seperti diketahui sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia ketika Hari Raya Idul Fitri. Namun kini, di tengah pandemi virus corona COVID-19, masyarakat di Indonesia disarankan untuk tidak mudik ke kampung halaman. Diredamnya keinginan untuk mudik perlu dilakukan, demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Walaupun tidak bisa mudik bertemu langsung sanak famili di kampung halaman tahun ini, masyarakat masih bisa melakukan tradisi mudik tahun berikutnya hingga wabah virus corona terhenti.

Mengenai mudik ke kampung halaman, Spesialis Penyakit Dalam yang juga menjabat sebagai Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam mengungkapkan, jika mudik terpaksa dilakukan, Ari mengingatkan terutama untuk masyarakat DKI Jakarta untuk berpikir lebih jauh.

“Perlu kita ingatkan kepada para pemudik bahwa Anda itu berasal dari daerah yang paling banyak kasusnya di Indonesia. Artinya Anda berasal dari daerah episentrum. Ketika sampai di kampung, Anda harus melakukan isolasi diri selama dua minggu, dalam masa inkubasi tidak boleh keluar rumah tidak boleh berinteraksi dengan banyak orang. Kalau perlu selama dua minggu itu Anda pakai masker kalau ingin berinteraksi karena kan potensi dia bisa menularkan ke orang sekitar,” kata Ari dikutip dari VIVA.co.id, Jumat (27/3/2020).

Di sisi lain, dia meminta masyarakat yang ngotot akan mudik untuk kembali memikirkan juga urgensi dari pulang kampung tersebut. Dia menjelaskan kalau tujuan dari mudik tersebut hanya untuk silaturahmi saja, ada baiknya kegiatan mudik tahun ini untuk ditunda sementara.  

“Pertama orang pemudik itu lihat apa kepentingan mudik itu. Kalau kepentingan hanya silaturahmi, saya rasa enggak perlu, kalau kepentingan mudiknya lihat anak istrinya susah juga kita bilangnya. Jadi kita harus balikin lagi kita kan orang hidup, kita tahu punya anak istri bagaimana rasanya situasi seperti ini enggak ada kepala keluarga misalnya. Jadi enggak bisa saya pukul rata kita mesti wise untuk ini,” lanjut dia.

Ari pun mengingatkan, jika terpaksa sekali harus mudik, perlu dipastikan apakah fasilitas kesehatan di kampung halaman memadai sebagai antisipasi kalau ada kasus-kasus yang memang suspect COVID-19.

“Masalahnya ketika Anda sakit kita mesti cek dulu fasilitas (kesehatan) di desa itu siap menerima Anda kalau Anda suspect COVID-19? Itu juga mesti dipastikan. Kalau (fasilitas kesehatan) tidak siap Anda justru bisa menyebarkan ke banyak orang lain lagi di situ,” kata dia. (*)

Editor : Milna | Sumber : Viva.co.id
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]