Bak Buah Simalakama, Begini Kisah 3 Driver Grab yang Berjuang Antar Makanan Bebas Corona


Jumat, 27 Maret 2020 - 19:56:05 WIB
Bak Buah Simalakama, Begini Kisah 3 Driver Grab yang Berjuang Antar Makanan Bebas Corona Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Seperti memakan buah simalakama, itulah yang dirasakan salah satu mitra GrabFood asal Jakarta, Yasa Sepriana dalam menjalani hari-harinya bekerja di tengah wabah virus corona.

Berbekal disinfektan, sarung tangan, masker dan tas pengantaran yang dijaga kebersihannya, dirinya dan mitra GrabFood yang lain terus melaju mengantarkan pesanan demi pesanan.

Baca Juga : Jakarta Masuk dalam Daftar Kota Termahal Dunia, Ini Penyebabnya

"Saya masih mengantarkan makanan setiap hari karena saya tahu banyak masyarakat yang membutuhkan makanan untuk dirinya sendiri dan keluarganya," ujarnya, Jumat (27/8/2020).

Dirinya terpaksa harus bekerja di tengah pandemi COVID-19 Lantaran memiliki tanggung jawab menghidupi anak dan istrinya di rumah. Namun dia tak lantas abai dan tidak menjaga kesehatan dan kebersihannya selama beraktivitas.

Baca Juga : Kabar Baik! Jaringan di Wilayah Sumatera akan Ditingkatkan Selama Ramadan

"Bagi saya mengantarkan makanan dengan aman dan bersih adalah prioritas utama, dan cara untuk melawan pandemi ini harus dimulai dari diri saya sendiri," imbuhnya.

Mitra Grab Food lainnya, Andri Setyo Cahyono yang juga tetap setia dengan pekerjaannya. Pria berusia 33 tahun ini sadar bahwa dia harus mengubah pola kerjanya. Setiap pagi Andri mempersiapkan dirinya untuk bekerja dengan membawa hand sanitizer dan memakai masker.

Baca Juga : Maksimalkan Pengalaman Aktivitas Digital di Momen Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah

Di siang hari, dia akan kembali ke rumah untuk mengganti baju dan mandi sebelum melanjutkan kembali pekerjaannya. Hal ini Andri lakukan agar ia bisa memastikan kebersihan dan kesehatannya selama ia mengantarkan makanan kepada para pelanggan.

"Meskipun banyak tantangan dan risiko yang dihadapi pada masa sulit ini, saya tetap senang melakukan pengantaran makanan ke pelanggan supaya mereka bisa tetap di rumah dan aman," jelas Andri.

Baca Juga : Resep Kolak Pisang Tanpa Santan, Cocok untuk Berbuka Puasa

Dia bercerita, pernah suatu hari mendapatkan makanan gratis dari pelanggan bahkan pernah menerima uang tip yang cukup besar. Melihat hal tersebut Andri percaya bahwa selalu ada makna di balik sebuah peristiwa.

"Saya percaya, selama niat saya untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya dan semangat saya untuk menafkahi keluarga tetap tinggi, saya yakin dapat melewati pandemi ini. Saya juga senang bisa membantu restoran dan warung terus berjualan," ujarnya.

Selain Yasa dan Andri, ada pula Miko Hidayat yang tetap semangat meski situasi kini diselimuti kekhawatiran. Dalam bertugas, Miko berprinsip bahwa pekerjaan pesan-antar makanan adalah tugas yang penting karena itu Miko selalu disiplin dalam menjaga kebersihannya terutama di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini. Contohnya dia selalu memastikan untuk mengenakan pakaian dan kaos kaki bersih, menggunakan sarung tangan dan masker serta membawa hand sanitizer kemanapun ia pergi.

Mantan petugas keamanan ini juga memiliki inisiatif untuk selalu membersihkan bungkus makanan sebelum diberikan kepada pelanggan dengan menyemprotkan desinfektan. Baginya memastikan kebersihan makanan yang dia antar dan kepuasan pelanggan adalah prioritas utama.

Di tengah kondisi saat ini, Miko bersyukur bahwa banyak orang baik di luar sana yang mau membantu satu sama lain. Sama seperti Andri, dia pernah menerima makanan gratis dari tiga pelanggan yang berbeda pada satu hari yang sama. Makanan tersebut akhirnya dia bagikan untuk mitra pengemudi Grab lainnya. (*)

Editor : Heldi | Sumber : CNBC
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]