Cara Unik Desa di Yogyakarta Usir Virus Corona


Sabtu, 28 Maret 2020 - 12:25:06 WIB
Cara Unik Desa di Yogyakarta Usir Virus Corona Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Wabah virus corona yang tengah merebak mengundang keresahan di masyarakat. Tak terkecuali bagi warga masyarakat di Dusun Genitem, Desa Sidoagung, Kecamatan Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Namun, mereka punya cara cukup unik untuk mengantisipasi penularan virus corona ini di wilayah tersebut.

Selain pendataan terhadap warga pendatang yang akan masuk ke dusun tersebut, masyarakat juga melakukan upaya swadaya dengan membuat posko di pintu masuk dusun. Poska tersebut disediakan untuk menyemprotkan disinfektan kepada setiap warga maupun kendaraan yang akan masuk ke dusun Genitem.

Dari pantauan CNNIndonesia.com, Jumat (27/3), sejumlah pemuda mengenakan masker tampak menyemprotkan disinfektan ke pengemudi kendaraan roda dua dan roda empat yang melalui pintu tersebut.

Di Posko tersebut juga dipasang spanduk 'Waspada dan Cegah Covid-19' yang dilengkapi juga dengan anjuran untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) membatasi aktivitas keluar daerah, dan selalu berdoa. 

Ketua RW 16 Dusun Genitem Daryanto mengatakan, aksi ini sebagai upaya untuk membantu pemerintah dalam mengantisipasi penularan virus Corona.

"Siapapun boleh masuk dengan catatan bersedia disemprot disinfektan dulu dan menyampaikan keperluannya apa. Kalau warga pendatang, kami minta foto copy KTP-nya untuk mengetahui asalnya dari mana," jelas Daryanto saat ditemui di Posko.

Menurutnya, hal itu penting dilakukan guna mengidentifikasi masuknya pendatang maupun pemudik yang kemungkinan datang dari daerah pandemi corona.

Kegiatan yang mendapat dukungan dari masyarakat tersebut dilaksanakan selama 24 jam, dengan dibagi tiga shift.

"Kalau malam hari dijaga oleh bapak-bapak," imbuhnya. Sedangkan pagi hingga sore hari, dilakukan secara bergantian oleh para pemuda.

Di dusun yang jumlah penduduknya sekitar 1.000 jiwa ini, pos penjagaan dibagi menjadi dua titik. Yakni di sisi barat dan di sisi timur dusun. Sementara untuk jalan masuk alternatif ditutup total. 

Rencananya, lanjut Daryanto, kegiatan ini akan terus dilaksanakan sampai situasi lebih kondusif. 

Anggota Babinkamtibmas Desa Sidoagung, Maulana mengaku, pihaknya mengapresiasi langkah warga tersebut. Terlebih, pemerintah juga tengah menggalakkan pendataan terhadap para warga pendatang, sebagaimana instruksi dari Pemda. 

"Semoga ini menjadi contoh bagi desa-desa lainnya," harap Ibnu.(*)

 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]